Kembangkan Pabrik, GDS Investasi USD 100 Juta

 

Kembangkan Pabrik, GDS Investasi USD 100 Juta

Kendati pasar plat baja baik di pasar domestik maupun internasional belum menunjukkan perbaikan, namun PT Gunawan Dianjaya Steel (GDS) Tbk optimistis menata bisnisnya. Hingga dua tahun ke depan, perusahaan ini bakal membelanjakan modal (capex) USD 100 juta untuk pengembangan pabriknya yang kedua.

Direktur PT GDS Hadi Sucipto menyatakan, saat ini pembangunan pabrik kedua yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton plat baja per tahun sedang dalam tahap pengerjaan. Diharapkan pada awal 2017 nanti sudah bisa beroperasi. Dengan begitu, kapasitasnya akan menjadi 1,4 juta ton per tahun.

“Mesinnya yang baru dengan teknologi yang lebih canggih sudah datang sejak Februari lalu. Sekarang tahap tender kontraktornya. Agustus nanti sudah mulai pengerjaan,” kata Hadi Sucipto usai RUPS di kantornya, Kamis (26/6/2014).

Dikatakan, dana pengembangan pabrik baru tersebut sebagian besar dari dana internal dan dilakukan bertahap sehingga tidak mengganggu cashflow. Sementara sekitar USD 15 juta direncanakan dari pinjaman bank asing di Eropa. Sebab untuk mesin yang didatangkan dari Eropa, maka supplier menyediakan fasilitas kredit ekspor dari bank Uni Eropa. “Sekarang masih penjajakan,” cetusnya.

Terkait kinerja tahun ini, pihaknya mengaku bersikap konservatif. GDS mematok target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun atau naik sedikit dibanding tahun 2013 lalu yang mencapai Rp 1,4 triliun. Alasannya, melihat kondisi ekonomi global dan nasional yang masih belum membaik.

Sementara komposisi penjualan juga masih bertahan dimana 95 persen lokal dan 5 persen ekspor. “Pasar internasional masih lemah dan harga produk baja juga mengalami penurunan. Jadi kami konservatif saja,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya optimistis pada tahun ini perseroan akan mampu meningkatkan laba bersih minimal 7,5 persen dari perolehan laba tahun lalu yang mencapai Rp 91,8 miliar.

“Hingga April lalu, laba usaha telah mencapai Rp 38,5 miliar dan laba bersih Rp 28,9 miliar. Karena itu kami optimistis target yang konservatif ini bisa tercapai dengan baik” ujarnya meyakinkan. (wh)