Kembangkan Kapal Selam, PAL Dapat Kucuran Rp 1,5 T

 

Kembangkan Kapal Selam, PAL Dapat Kucuran Rp 1,5 T

Penunjukkan PT PAL Indonesia sebagai lead integrator pembangunan alutsista kapal perang mendapat support dari pemerintah. Melalui kementerian Pertahanan, PT PAL Indonesia akan mendapatkan kucuran penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, PMN diperuntukkan membangun tiga unit kapal selam. Dimana dua unit kapal selam akan dibangun di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, sedangkan satu unit dibangun di PT PAL Indonesia.

“Kita sudah mendapat dukungan dari Komisi VI dan I DPR RI untuk alokasi pembangunan kapal selam sebesar Rp 1,5 triliun. Dana itu untuk pembangunan infrastruktur tahun 2015 dan 2016,” kata Menhan, Purnomo Yusgiantoro, disela-sela serah terima KRI Halasan-630 di dermaga PT PAL Indonesia, Rabu (17/9/2014)

Alokasi biaya tersebut juga menyangkut pengiriman tenaga ahli ke DSME Korea Selatan untuk belajar. Sebab Kemenhan juga menjalin kontrak kerjasama dengan DSME Korea Selatan tentang pembangunan kapal selam. Dimana dua kapal selam dibangun di Korea, sedangkan satu unit dibangun di PT PAL Indonesia.

“Bila nanti kita bisa membangun kapal selam ketiga, maka pembuatan kapal selam keempat, kelima dan seterusnya bisa kita lakukan. Kapal selam ini sudah sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga alur dan kedaulatan NKRI,” tutupnya.

Terpisah, Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Indonesia Saiful Anwar mengatakan, infrastruktur yang sangat mendesak adalah bengkel kapal perang. Tetapi beberapa kebutuhan lain seperti pembangunan gedung, dermaga, dan belanja peralatan.

“Desain infrastruktur sudah siap, dan beberapa peralatan sudah kita beli. Tetapi pembayarannya baru uang muka, sisanya menunggu turun,” ungkap Saiful Anwar. Dia tidak menampik pembangunan kapal selam sedikit mundur dari jadwal semula. Dimana pemerintah berencana mulai membangun kapal selam tahun ini, tetapi diperkirakan baru terlaksana 2015.

Pembangunan kapal selam di Indonesia atau kapal selam ketiga jenis 209 ini diperkirakan mulai 2017. Seiring dengan tuntasnya pembangunan kapal selam pertama dan kedua di Korea. Saiful menegaskan, kapal ketiga yang dibangun di Indonesia nanti tidak jauh berbeda dengan dua kapal lainnya.

“Secara body masih sama. Yang membedakan generasi ketiga kita harapkan lebih canggih baik secara elektronik maupun persenjataannya. Karena nanti akan ada update yang lebih baik,” tuntasnya. (wh))