Kemarau Panjang, Pemprov Jatim Stop Pengiriman Beras Keluar Daerah

Kemarau Panjang, Pemprov Jatim Stop Pengiriman Beras Keluar Daerah

Sebagai langkah antisipasi kemarau panjang yang menimpa Provinsi Jawa Timur, Gubernur Soekarwo menegaskan dalam beberapa bulan ke depan, Pemprov Jatim tidak akan mengirimkan berasnya ke luar provinsi.

“Karena saat ini kita masih darurat kekeringan, saya meminta kepada Bulog Jatim untuk menyetop pengiriman beras ke luar Jatim, hingga Desember mendatang,” kata dia.

Langkah ini diluncurkan atas dasar perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG yang memprediksi hingga November belum ada hujan di Jatim. Secara otomatis kekeringan akan bertambah panjang.

“Saya membuat surat tentang perpanjangan darurat kekeringan hingga 1 Desember mendatang,” ujar dia.

Jika hingga Desember nanti, hujan juga tak kunjung datang di Jatim, maka dia akan memperpanjang lagi darurat kekeringan dan mem-back up melalui APBD 2016 serta akan mengusulkan dana ini ke pimpinan DPRD Jatim.

Sukarwo juga akan meminta kepada seluru Forpimda se-Jatim untuk memperhatikan tentang ketahanan pangan di masing-masing daerah. Bahkan, seluruh pihak keamanan seperti TNI dan Polri untuk turut menjaga tentang pemerataan stok beras di Jatim.

Dia menjelaskan jika kekeringan bertambah panjang akan berdampak mundurnya masa tanam yang berpengaruh pada masa panen. Ini yang membuat stok beras yang juga turut terhambat.

“Kalau untuk stok pangan nggak usah khawatir, stok beras masih aman sampai 5 bulan ke depan yakni sekitar 1.200 ton,” ungkap dia. (wh)