Kemarau, Ini yang Dilakukan DKP Surabaya untuk Merawat Tanaman

Kemarau, Ini yang Dilakukan DKP Surabaya untuk Merawat Tanaman
Foto: umar alif/enciety.co

Untuk menjaga tumbuhan dan tanaman di Kota Pahlawan tidak kering dan layu akibat musim panas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melakukan beberapa alternatif. Yakni, selain meningkatkan intensitas penyiraman dari sekali menjadi tiga kali sehari selama musim kemarau, juga memberikan obat cair per harinya 1.000 liter yang akan disiramkan kepada tanaman dan tumbuhan serta memberikan pupuk kompos tambahan.

“Bila tidak dilakukan langkah-langkah untuk merawat tanaman maka dikhawatirkan akan layu dan mati,” tegas Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Khalid Buchori, Selasa (15/9/2015).

Untuk penambahan intensitas penyiraman sampai tiga kali lipat tersebut dilakukan agar kondisi tumbuhan tetap bagus. Ia mengaku jika penyiraman tersebut cukup membantu dalam perawatan tumbuhan baik yang di tepi jalan maupun di taman selama musim kemarau.

“Kalau di musim penghujan, intensitas penyiraman berkurang. Bila masuk musim kemarau maka kami tingkatkan penyiraman hingga tiga kali dalam sehari,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan pupuk. Pupuk yang berbentuk cair tersebut nantinya juga akan ikut disiramkan bersamaan dengan proses penyiraman air. Ia menyatakan jika pupuk cair tersebut bisa membuat tumbuhan menjadi segar kembali.

“Untuk pupuk kompos kami akan menyebarkan kepada  pada tanah yang memiliki kondisi yang kering dan kurang baik agar tanah disekitarnya menjadi lebih subur,” papar dia. (wh)