Kelulusan Unas SMA Jatim Capai 99,96 Persen

 

Kelulusan Unas SMA Jatim Capai 99,96 PERSEN

Tingkat kelulusan ujian nasional (Unas) 2014 siswa SMA/MA Jatim mencapai 99,96 persen. Raihan ini retaif sama dibanding tahun sebelumnya, yakni 99,77 persen.

Tahun ini 256 siswa SMA/MA/SMK dinyatakan tidak lulus Unas rinciannya, 195 siswa SMA/MA dan 61 siswa SMK. Total siswa yang ikut Unas ada 229.164 siswa SMA/MA dan 155.689 siswa SMK.

“Dari total jumlah siswa yang mengikuti ujian nasional sebanyak 195 siswa SMA/MA atau 0,09 persen yang tidak lulus dan SMK ada 61 siswa atau 0,033 persen yang tidak lulus, siswa yang lulus meningkat, sedangkan siswa yang tidak lulus menurun, padahal jumlah siswa peserta UN bertambah ” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun, Rabu (21/5/2014).

Tahun ini, peringkat kelulusan secara nasional diumumkan Mendikbud secara langsung, sedang pengumuman kepada siswa disampaikan melalui e-mail, Selasa (20/5/2014).  Tahun lalu, Jatim peringkat pertama tingkat kelulusan UN atau kelulusan tertinggi se-Indonesia.

Penyebab ketidaklulusan siswa, menurut Harun, umumnya karena tidak hadir (absen), sakit, dan nilai yang dimiliki siswa tidak lengkap (nilai minimal untuk dinyatakan lulus). Sedangkan nilai rata-rata peserta UN 2014 untuk SMA/MA adalah 7,63, sedangkan nilai untuk SMK adalah 7,36.

Sedangkan peserta kategori paket C justru tingkat kelulusannya lebih tinggi, tercatat dari 23.393 peserta jurusan IPA dan IPS sebanyak 1.359 peserta yang tidak lulus atau 5,81 persen. Nilai rata-rata peserta Paket C mencapai 7,94.

Sementara itu, Koordinator Pengawas dari PTN/PTS, Prof Muchlas Samani menambahkan, kelulusan UN 2014 akan menjadi persyaratan masuk PTN, namun persentase dari hasil UN dalam penentuan penerimaan mahasiswa tergantung kepada PTN masing-masing.

“Hasil UN akan dijadikan salah satu persyaratan masuk PTN, tetapi setiap perguruan tinggi punya standar masing-masing. Sedangkan Unesa, akan memakai hasil UN untuk masuk Unesa dengan delapan variabel,” kata Prof Muchlas yang juga menjabat Rektor Unesa ini menjelaskan. (kmf/wh)