Keluarga: Jero Wacik Korban Politik

Keluarga: Jero Wacik Korban Politik

Penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  membuat keluarga Jero Wacik kaget. Mereka bahkan tak  yakin, figur yang dihormarti ini melakukan tindak pidana korupsi seperti yang didakwakan KPK.  Keluarga berharap Jero tabah dalam menjalani proses hukum karena selama menjadi menteri, Jero tidak mengumpulkan harta.

Rumah ayah kandung Jero Wacik,  guru Nyoman Shanti di Kerta Bhuana, Desa Batur, Bangli, terlihat sepi dan hanya dihuni oleh dua orang keponakan. Rumah peninggalan orang tua yang biasa disinggahi Jero Wacik setiap ke Bali ini belum dipugar meski sudah dalam perencanaan untuk diperbaiki.

Keponakan Jero, Putu Puspawan terlihat sedih dan menitikkan air mata saat bercerita  tentang kesederhanaan Jero Wacik selama menjadi pejabat. Keluarga meyakini status Mangku atau Jero yang disandang Wacik merupakan status suci, sehingga keluarga yakin Jero Wacik hanyalah korban politik dalam kasus ini.

Putu Puspawan, mengaku terakhir Jero Wacik ke Bali pada 9 Agustus lalu saat menghadiri pengabenan massal di Desa Batur, Kintamani, Bangli. Jero Wacik juga pernah berharap pasca terlipihnya menjadi anggota DPR oleh masyarakat Bali pada Pileg 9 Juli lalu, dia berencana maju menjadi calon gubernur bali.

Keluarga Jero Wacik juga membantah sejumlah aset kekayaan Wacik di Bali yang dilansir sejumlah media elektronik. Dikatakan, rumah mewah di kawasan wisata Kintamani itu merupakan milik keponakan Jero Wacik yang seorang pengusaha. Keluarga Wacik juga mengaku kecewa dengan bahasa pemberitaan sejumlah media yang memojokkan Wacik, karena mereka merasa Wacik merupakan korban politik. (mtr/ram)