Kelompok Usaha Ubah Morokrembangan Tak Lagi Kumuh

Kelompok Usaha Ubah Morokrembangan Tak Lagi Kumuh
Widodo Suryantoro, Sigit Sugiharsono, Eko Harianto, Hadi Mulyono, Kepala Nanis Chaerani, dan Febria Rachmanita.

Sebelumnya, Bozem Morokrembangan sempat masuk daftar wilayah paling kumuh di Indonesia urutan 5 versi Kementerian Pekerjaan Umum. Morokrembangan identik dengan kata kotor, kumuh, dan rawan banjir. Tapi kini, banyak perubahan yang terjadi di wilayah utara Kota Pahlawan itu. Kawasan tersebut menjadi percontohan budidaya lele, kebersihan dan kecantikan kampung, serta para pahlawan ekonomi yang sukses.

Camat Krembangan Sumarno menuturkan, warganya memang terus berusaha menjadi lebih baik. Berbagai upaya revitalisasi seperti budidaya, pengolahan limbah sampah, hingga urban farming dilakukan. Revolusi yang dilakukan warganya menyulap Morokrembangan berbuah hasil. Upaya kebersihan dan Tani ‘Cipta Bersama’ adalah buktinya.

Ketua Kelompok Tani ‘Cipta Bersama’ Slamet Hariyadi menuturkan, terdapat 267 anggota tani yang 2 tahun terakhir ini menggerakkan urban farming. “Anggota sejumlah 267 orang itu dibawahi 12 koordinator. Satu koordinator membawahi 30-50 anggota,” kata Slamet. Usaha urban farming berupa ternak lele itu memang masih mengalami pasang surut. Kendala yang sering dialami ialah cemaran limbah dan air laut. Walapun begitu, warga tak patah arang.

Tak cuma usaha ternak lele, warga justru lebih memikirkan bagaimana cara supaya lingkungan tetap bersih dari sampah. “Yang utama, kami fokus supaya lingkungan bersih dari sampah, bukan Bozem jadi budidaya lele,” tegasnya

Di samping itu, warga membangun sebuah pompa air untuk penyaringan limbah rumah tangga. Pompa tersebut digunakan untuk mem-filter limbah menjadi air bersih supaya bisa dimanfaatkan mengisi terpal apung dan menyiram tanaman bunga.

Asisten Bidang IV Ekonomi Surabaya, Eko Harianto, turut mendukung penuh usaha mikro dan kecil warga Morokrembangan. Dalam acara roadshow Pahlawan Ekonomi di Morokrembangan, Minggu (15/12/2013), Eko yang mewakili bu Risma, menyatakan siap siaga membantu warga yang ingin mendapat bimbingan usaha gratis. “Saya mendapat amanat dari ibu Wali. Meskipun beliau berhalangan hadir, saya membawa 5 panglima saya untuk bapak-ibu semua,” ujar Eko seraya tersenyum.

Lima panglima yang ia maksud adalah Kadis Disperindag, Widodo Suryantoro, Kadis Pertanian, Sigit Sugiharsono, Kepala Bapemas, Nanis Chaerani, Kadis Dinkop dan UMKM, Hadi Mulyono, dan Kadis Dinkes, Febria Rachmanita. Eko melanjutkan, kelima kepala dinas tersebut memang dibawa agar warga dapat langsung bertanya atau menyampaikan uneg-uneg kepada mereka.

“Kami akan bantu njenengan supaya mudah dan lancar berwirausaha,” tegasnya.(wh)