Kelangkaan Bawang Putih di Jatim, Ini Temuan KPPU

Kelangkaan Bawang Putih di Jatim, Ini Temuan KPPU

Teks: Aru Armando, Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Surabaya dalam acara Diskusi UU Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang digelar si Sky Hall Fave Hotel Mex Jalan Pregolan Tegalsari Surabaya, Selasa (6/5/2017). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat beberapa kebijakan yang nantinya berpotensi menjadi sumber kenaikan harga produk dan jasa yang ada di wilayah Jawa Timur.

Kepala Kantor KPPU Aru Armando menjelaskan, beberapa kebijakan tersebut di antaranya adalah pemberian hak monopoli tanpa disertai upaya pengendaliannya. Selain itu, ada kebijakan perlindungan produk dalam negeri dan yang terakhir adalah batas bawah tarif dan harga.

“Hal ini, bagi kami, jika tidak disikapi atau diatur dengan baik, para pelaku usaha sangat rentan untuk melakukan pelanggaran persaingan usaha,” ujarnya dalam acara Diskusi UU Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang digelar si Sky Hall Fave Hotel Mex Jalan Pregolan, Surabaya, Selasa (6/5/2017).

Aru juga menjelaskan jika KPPU dapat menuntut menjatuhkan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 250 miliar bagi mereka yang terbukti melakukan kecurangan atau melanggar peraturan persaingan usaha.

“Peraturan persaingan usaha yang ditangani oleh di dalamnya juga termasuk tata niaga atau proses distribusi. Jika ada praktik yang tidak sehat maka KPPU dapat berinisiatif dan dapat melakukan tindakan,” tegasnya.