Kekeruhan Air Kali Surabaya, Seberapa Parah?

Kekeruhan Air Kali Surabaya, Seberapa Parah?

Tatur Jauhari di rumah air PDAM Surya Sembada Surabaya, Jumat (7/4/2017).

Tingginya curah hujan seperti sekarang ini, tentu menjadi berkah bagi PDAM Surya  Sembada Surabaya.   Air melimpah membuat pasokan bahan baku air di kali Surabaya terjaga. Kendati begitu, bukan berarti PDAM Surabaya bisa leha-leha. Kenaikan debit air di  Kali Surabaya tetap harus mendapat perhatian ekstra  untuk bisa diolah menjadi air layak konsumsi.  Untuk mengetahui standar mutu atau tingkat kekeruhan air,  satuannya adalah NTU (Nephelometric Turbidy Unit).   Nah, berapa tingkat kekeruhan air Kali Surabaya yang menjadi bahan baku PDAM Surya Sembada?

Menurut Plt. Direktur Operasional PDAM Surya Sembada Surabaya,  TaturJauhari,  kekeruhan Kali Surabaya, kadang mencapai 400 NTU, dengan kondisi air warnanya kecoklatan bahkan hitam. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) agar air bisa dikonsumsi kekeruhannnya sekitar 5 NTU. “Tapi, meski 400 NTU, kita masih bisa kelola, tapi jika terlalu lama bisa menurunkan kapasitas. Beda dengan di Korea Selatan, tingkat kekeruhan air sekitar 2- 5 NTU,” kata Tatur di rumah air, Jumat (7/4/2017).

Ia menjelaskan, proses penjernihan air dalam kondisi normal bisa berlangsung 0,5 hingga 1 jam. Sedangkan, apabila kondisi air mengalami keruh membutuhkan waktu sekitar 2 jam. “Kondisi air sungai memburuk saat musim hujan,” terusnya. “Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak buah sambah sembarangan di Kali Surabaya. Ini bisa mempengaruhi kekeruhan air,” lanjutnya.

Proses edukasi saat ini terus dilakukan PDAM. Salah satunya dengan membuka rumah air di  Jl Basuki Rahmat Surabaya. Ia mengatakan dibukanya tempat tersebut untuk memberikan pengetahuan dan edukasi masyarakar tentang pemanfaatan dan pengelolaan air. “Di dalam rumah air dipaparkan pengetahuan tentang siklus air, pemanfatannya hingga pengelolaannya. Diharapkan sebagai sumber informasi dan edukasi bagi warga yang ingin mengetahui tentang air,” urainya.

Tempat yang sebelumnya merupakan kantor PDAM tersebut terbuka untuk semua kalangan masyarakat. Mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi pihaknya mengaku welcome dan tidak memungut biaya alias gratis. (ram)