Kejutan Joni Hermana di Wisuda Terakhir sebagai Rektor

Kejutan Joni Hermana di Wisuda Terakhir sebagai Rektor

Prosesi wisuda ke-119 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu – Minggu (16-17/3/2019), telah berlangsung meriah dan berbeda dari sebelumnya.

Pada perhelatan wisuda terakhirnya sebagai Rektor ITS, Joni memberikan kejutan luar biasa, khususnya bagi wisudawan dan orang tua mereka yang hadir. Menggandeng Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITS dan Orkestra Stradivari, Prof Joni yang pada 12 April 2019 nanti mengakhiri masa kepemimpinannya di ITS ini meramu sebuah lagu yang sudah cukup popular menjadi spesial. 

Lagu Selow  yang dipopulerkan Wahyu Ramdani sedikit dimodifikasi liriknya, sehingga menjadi lebih menghibur, akrab di telinga wisudawan, dan tetap penuh semangat. Aksi ini membuat segenap hadirin, khususnya para wisudawan turut beranjak dari tempat duduknya. Hampir seluruh wisudawan turut bernyanyi, sembari bertepuk tangan. Mengiringi nyanyian penuh semangat yang disuguhkan Prof Joni bareng PSM ITS.

Bima Fauzan selaku Project Manager PSM ITS yang tampil menjadi lead vocal hari itu mengungkapkan ihwal kejutan tampilan bersama Joni tersebut.

“Ini semua murni permintaan Prof Joni. Sore sebelumnya, Sabtu (16/3/2019), kami dipanggil untuk mengerjakan kejutan ini,” ungkap mahasiswa departemen Kimia ini. 

Joni yang berkomunikasi dengan tim PSM ITS melalui media sosial, menyampaikan bahwa lirik lagu Selow ini kurang sesuai dinyanyikan ketika wisuda. Joni pun mengatakan bahwa dirinya sudah membuat lirik pengganti yang telah beliau persiapkan sebelumnya dan dianggap sesuai karena mengandung pesan khusus bagi para wisudawan.

Kepada tim PSM ITS, guru besar Teknik Lingkungan yang memang hobi bernyanyi ini meminta agar lirik yang sudah beliau modifikasi, disesuaikan lagi dan diberi tambahan humor. Sehingga kejutan ini dapat berjalan dengan lancar. Setelah melalui proses asistensi yang cukup menguras waktu, akhirnya lirik hasil modifikasi ini berhasil dirampungkan. Sehingga terciptalah kejutan yang sangat menghibur hadirin.

Tim PSM sendiri mengaku sangat gembira atas inisiatif Joni ini. Namun, Bima mengaku bahwa PSM ITS sebenarnya sempat kesulitan ketika mencari relawan dari PSM yang bersedia ikut memeriahkan nyanyian Prof Joni dengan tarian sederhana. Apalagi persiapan sebelumnya terbilang belum cukup. Untungnya, baik dari pihak PSM, hadirin, serta pengisi acara yang lainnya menganggap hal ini merupakan hiburan yang harus dibawakan dengan santai serta sebagai pelepas penat selama prosesi wisuda.

Joni sendiri menganggap bahwa lagu Selow itu lagu yang cukup jenaka untuk dibuat parodi. Sebagai pengingat bagi mahasiswa yang kuliahnya selow (plesetan dari kata slow) atau santai, tetapi selalu berusaha membela diri (banyak mencari alasan).

“Beralasan kalau mereka (mahasiswa yang slow, red) tidak mau selesai dulu karena masih nunggu pasangan yang akan dia bawa saat wisuda,” ujarnya menirukan alasan yang banyak diungkapkan selama ini. Meskipun di akhir, Joni mengatakan bahwa lagu parodi itu juga sebagai perwujudan doa bagi keberhasilan para mahasiswa untuk segera mendapatkan gelar dan jodoh. (wh)