Kejati Jatim Selidiki 52 Ribu Surat Suara Rusak

Kejati Jatim Selidiki 52 Ribu Surat Suara Rusak

Tim intelijen Kejati Jatim berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencermati ditemukannya 52 ribu surat suara di Jember yang rusak. Mulai dari surat suara yang sobek, berbintik, kabur dan tidak jelas gambarnya.

Juga, ada sekitar 1.200 data pemilih yang invalid, yaitu Nomer Induk Kependudukan (NIK) pada KTP berbeda dengan data di KPU. Kasus ini terjadi di beberapa daerah, namun terbanyak ada di Bojonegoro. 

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jatim Andi Herman mengatakan, pihaknya telah memantau untuk mencermati pemilu legislatif (Pileg) tahun ini. “Kami telah meminta kepada KPU untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya, Jumat (21/3/2014).

Sedangkan persoalan data jumlah yang invalid, menurut dia, karena ada warga yang pindah lokasi tapi tak ada laporan kalau pindah. “Hanya salah input pada KPU dan ini bukan data fiktif, sehingga tidak sama datanya,” ujar Andi.

Untuk pantauan keadaan, sambung dia, secara umum dinyatakan aman. “Belum ada ada tindak pidana pemilu yang masuk ranah hukum,” cetus Andi.

Kejati Jatim sendiri berkoordinasi dengan KPU Jatim untuk segera membenahi persoalan ini. Seperti proses validasi data pemilih yang sampai saat ini masih dikebut. Demikian pula dengan pencetakan surat suara yang rusak.

“Coblosan Pileg tinggal 2 minggu lagi. Akan dikoordinasikan dengan KPU agar bisa segera di-recovery,” pungkasnya.(wh)