Kejati Jatim Pelajari Kasus KBS

Kejati Jatim Pelajari Kasus KBS

Dua dokumen Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah diserahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (20/1) lalu. Kini, Risma juga menyerahkan satu dokumen berkas tebal kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Ini setelah tim jaksa mendatangi di rumah dinas Wali Kota Jalan Sedap Malam, Surabaya, Kamis (23/1/2014) .

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim Mohammad Rohmadi mengatakan, pihaknya telah menemui wali kota untuk meminta berkas kasus KBS.

“Kamis kemarin kita meminta kepada Bu Wali dan kini berkas tersebut masih kita pelajari,” katanya, Jumat (24/1/2014).

Menurut dia, pihak Kejati terus memantau perkembangan kasus yang terjadi di KBS kendati penanganan kasus tersebut sudah ditangani oleh KPK. “Kami hanya siap-siap saja,” ujarnya.

Kegiatan pengumpulan data kasus KBS hanya sebatas pemantauan saja, bukan pengusutan. Sebab, sesuai ketentuan, kasus korupsi yang sudah ditangani KPK tidak bisa ditangani kejaksaan. Telaah dilakukan sebagai persiapan jika nantinya KPK melimpahkan kasus KBS untuk ditangani kejaksaan.

“Bila KPK melimpahkan kasus ini untuk ditangani kejaksaan, kita sudah siap karena telah mempelajari berkas tersebut,” beber Rohmadi.

Saat ditanyakan kenapa tim pidsus mempelajari kasus KBS, Rohmadi menegaskan tidak hanya pidsus tetapi juga pidana umum (pidum) mempelajari berkas KBS tersebut.

“Kalau pidum bisa masuk pidsus juga. Begitupun sebaliknya. Berkas tersebut dipelajari untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi korupsinya,” ujar Rohmadi.

Rohmadi menambahkan bila seandainya ditemukan melanggar undang-undang kehutanan maka akan diserahkan ke dinas kehutanan atau polisi kehutanan. “Itu sudah bukan wilayah kita (pidsus kejaksaan),” cetsnya.

Seperti diketahui, matinya singa bernama Michael di KBS, menguak masalah yang lain di kebun binatang tertua di Indonesia itu. Selain soal dugaan kesengajaan, ada juga dugaan penyimpangan terjadi pada pengelolaannya yang menyebabkan kerugian negara.(wh)