Kejati Jatim Kerahkan Tim Antisipasi Gerakan ISIS

 

Kejati Jatim Kerahkan Tim Antisipasi Gerakan ISIS

Tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengerahkan jaksa dan 37 Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mengumpulkan data (puldata) terkait banyaknya isu gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Salah satunya adalah di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo yang mendapat perhatian Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jatim.

“Kami sudah turunkan tim atas dugaan penyebaran gerakan ISIS di wilayah Sidoarjo,” kata Asintel Kejati Jatim Andi Herman kepada wartawan di Surabaya, Kamis (7/8/2014).

Menurut dia, langkah-langkah yang diambil dengan menghimpun data yang valid dari setiap temuan yang ada di wilayah setempat untuk dapat dijadikan acuan apakah benar ISIS sudah menyebar atau belum. Bila diketahui telah menyebar, maka akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait langkah apa yang akan ditentukan.

“Koordinasinya dengan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Jatim. Diantaranya adalah intel kepolisian, unsur TNI, BIN, dan Kesbangpol Pemprov Jawa Timur,” bebernya.

Gerakan ISIS ini sendiri menurutnya harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Karena dapat mengakibatkan perpecahan antar sesama umat muslim. Sebab, gerakan ISIS mendidik seseorang untuk bermusuhan dengan orang yang sepaham dengannya.

Senada dengan Kejati Jatim, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko juga melaksanakan pemantauan di wilayah Jawa Timur. Apabila ditemui adanya deklarasi ISIS di daerah tertentu, pihaknya akan menindak tegas dan membubarkan kegiatan yang ada hubungannya dengan ISIS.

“ISIS harus dibubarkan karena gerakan radikal mereka dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia,” kata Pangdam. (wh)