Kejahatan Cyber terhadap UKM Meningkat

Kejahatan Cyber terhadap UKM Meningkat

Serangan kejahatan cyber terhadap perusahaan kecil dan menengah (UKM) dengan jumlah karyawan kurang dari 250 orang diperkirakan meningkat. Berdasarkan data Internet Security Thread 2013, sekitar 31 persen perusahaan UKM menjadi target serangan kejahatan cyber.

“Perusahaan-perusahaan kecil jadi target pelaku kejahatan cyber karena seringkali memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan lebih besar. Jadi, perusahaan besar itulah target utamanya,” kata Senior Director of Systems Engineering Symantec wilayah Asia Tenggara Raymond Goh.

Symantec meluncurkan inovasi baru meliputi teknologi disarm dalam Symantec Messaging Gateway serta Network Threat Protection dalam Symantec Endpoint Protection untuk Komputer Mac.

Dia menjelaskan, teknologi disarm baru dalam Symantec Messaging Gateway 10.5 ini menggunakan teknik melindungi perusahaan dari serangan yang ditargetkan. Kebanyakan serangan ini diluncurkan dalam bentuk dokumen berbahaya tetapi terlihat tidak berbahaya yaitu melalui email.

Setiap dokumen berbahaya seperti misalnya file PDF, DOC, atau XLS berisi serangan yang sudah disiapkan, dan ketika korban melihat dokumen, komputer mereka secara diam-diam disusupi dengan otomatis.

Penelitian Symantec, teknologi disarm akan menangkal sekitar 98 persen serangan-serangan yang mengeksploitasi kerentanan dokumen zero day sepanjang 2013. Serangan kejahatan cyber tersebut seluruhnya tidak dikenali karena kemungkinan menghindari semua alat pemindai tradisional, emulator, heuristik, dan solusi virtual execution (VX).

Sedangan Network Threat Protection menggunakan Intrusion Prevention System yang telah dipatenkan pada tingkat aplikasi dan protocol aware. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk mengidentifikasi dan memblokir serangan-serangan tak dikenal, tetapi juga mengidentifikasi dan memblokir serangan dikenal dan tidak dikenal atau zero day attack.

Solusi keamanan Symantec didukung Symantec Global Intelligence Network (GIN) dan tim yang terdiri dari lebih 550 peneliti di seluruh dunia. Platform GIN Symantec mengumpulkan telemetri yang tidak dikenal dari ratusan juta pelanggan Symantec. (inv/bh)