Kejahatan Anak Marak, Jaksa se-Indonesia Gelar Rakernis

 

Kejahatan Anak Marak, Jaksa se-Indonesia Gelar Rakernis

Masih banyak kejahatan yang melibatkan anak-anak Kota Surabaya. Sepanjang semester satu di tahun 2014,  tercatat ada 237 kasus pidana yang melibatkan anak-anak hingga masuk ke ranah peradilan.

Guna membahas permasalahan dan penegakan Undang-undang terkait sistem perlindungan anak dalam waktu dekat digelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) se-Indonesia.

Aspidum Kejati Jatim Andi Muhamad Taufik mengatakan, rakernis diadakan untuk mengatur hukum anak. “Telah dibahas secara mendalam soal diversi atau kelakukan pada anak-anak yang mengakibatkan perkara pidana. Hasilnya, terdapat pengupayaan agar kasus yang menyeret anak usia di bawah 18 tahun tidak perlu lagi diproses hingga ke tingkat penuntutan,” tegasnya, Selasa (19/8/2014).

Kata dia, hal ini dapat diberlakukan sejak awal Agustus 2014. Pimpinan Kejati Jatim sendiri tengah berusaha mengimplementasikan hasil dari Rakernis yang digelar pada bulan lalu tersebut. Beberapa petunjuk pun akan disertakan untuk melaksanakan hasil rakernis yang ada.

“Salah satu diversinya dengan membuat ruangan semacam mediasi antara penyidik, jaksa, pelaku dan korban. Untuk menyelesaikan perkara secara mufakat,” terangnya.

Dengan demikian, ujar Andi, angka kasus pidana yang disidangkan dan menyeret anak-anak sebagai terdakwa dapat ditekan secara bertahap. Namun, tidak semua kasus pidana dapat diselesaikan dengan diversi. Seperti kasus narkotika dan perampokan dengan pemberatan.

“Anak yang tersandung kasus ini mau tidak mau harus diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang ada sesuai undang-undang No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” tegasnya.

Pihak kejaksaan pun dipastikan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan adanya sistem baru ini. Balai Pemasyarakatan (Bapas) akan akan diajak kerjasama terkait penanganan terhadap anak-anak paska proses mediasi dan diversi dilakukan.

“Karena jika diversi usai, anak-anak yang tersandung kasus akan dikembalikan ke orangtuanya. Demikian, Bapas akan berperan disini,” pungkasnya. (wh)