Kedaung Satrya Optimistis Penjualan Mercedes Capai Target

 

Kedaung Satrya Optimistis Penjuanalan Mercedes Capai Target

Main dealer (diler utama) Mercedes Benz Jawa Timur, Kedaung Satrya Motor optimistis penjualan Mercy tahun ini mencapai target. Hingga kuartal ketiga tahun ini sudah tercapai 120 unit dari target 200 unit mobil yang terjual.

Presiden Direktur PT Satrya Motor (KSM), Tjipto Adi Hidajatno, Jumat (23/10/2014), menyatakan optimisme padas sisa dua bulan kedepan. Menurutnya pasar mobil Mercy sudah terbentuk cukup loyal terhadap produk.

“Pasar otomotif kelas premium tahun ini nyaris tidak mengalami gangguan, meski dalam stiuasi politik. Jadi, kami masih memiliki optimistis penjualan Mercy bisa tercapai,” ungkap Tjipto. Salah satu strategi adalah kehadiran New C Class yang dirilis sejak September dengan banderol sekitar Rp 739 juta untuk C 200 Avantgarde dan Rp 899 juta untuk 250 AMG.

Tjipto mengaku kehadiran New C Class ini bisa mendorong penjualan Mercy yang rata-rata ditarget terjual 12 unit perbulannya. Bulan ini saja pihak KSM sudah menjual varian terbaru ini sebanyak 12 unit. Sehingga pada akhir tahun nanti diharapkan bisa tercapai penjualan sebanyak 50 unit untuk New C Class.

Strategi lainnya tidak lepas perpindahan showroom KSM dari Mayjend Sungkono ke Citraland. Showroom dengan kapasitas 300 mobil dengan luas lahan 1 hektar ini lebih luas dan lapang. “Pelayanan yang kami berikan pastinya akan lebih baik,” tegas Tjipto.

Tjipto mengungkapkan sepanjang dua bulan terakhir ini mayoritas penjualan Mercy didominasi oleh S Class yang berkontribusi sekitar 30 persen. Padahal S Class merupakan varian premium dengan badnerol sekitar Rp2 miliar hingga Rp 4,5 miliar.

Malahan seri S Class sendiri sejak bulan Juli lalu sudah terjual sekitar 20 unit dan sampai sekarang masih ada yang inden sebanyak 30 lebih. “Ini menandakan gejolak politik sepanjang tahun ini tidak banyak membawa dampak. Malahan tahun ini tumbuh sekitar 8 persen hingga kuartal ketiga tahun ini,” urainya.

Selain itu, komposisi penjualan truck Mercy hingga September tercapai 40 unit, sedangkan untuk bus tercapai 20 unit pada periode yang sama. Tjipto menyebut pembeli truck bervariasi, seperti truck tambang, kargo, petikemas, head truck container, hingga ekspedisi. (wh)