Kecil Sentimen Positif, IHSG Turun 13 Poin

 

Kecil Sentimen Positif, IHSG Turun 13 Poin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang pekan keempat Agustus 2014. Pelaku pasar kurang bergairah untuk bertransaksi di bursa saham membuat indeks saham tertekan.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (25/8/2014), IHSG melemah 13,94 poin atau 0,27 persen menjadi 5.184,95. Indeks saham LQ45 melemah 0,34 persen menjadi 883,82. Seluruh indeks saham acuan utama tertekan pada hari ini.

IHSG melemah tipis empat poin menjadi 5.194,47 pada pra pembukaan perdagangan saham. Laju IHSG sempat tertinggi di kisaran 5.200 dan terendah 5.177,69. IHSG mengalami tekanan didorong 179 saham melemah. Akan tetapi, 127 saham menguat sehingga mampu menahan pelemahan indeks saham. Adapun 76 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 205.080 kali dengan volume perdagangan saham 4,91 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 3,99 triliun.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham keuangan dan pertambangan yang masing-masing naik 0,19 persen dan 0,04 persen. Sektor saham aneka industri turun 1,11 persen, sektor saham perkebunan melemah 0,96 persen, dan sektor saham konstruksi merosot 0,76 persen.

Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 100 miliar juga menambah tekanan ke bursa saham. Sedangkan investor lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 100 miliar.

Saham-saham yang menahan pelemahan indeks saham antara lain saham KARW naik 34,46 persen menjadi Rp 238 per saham, saham CMPP naik 25 persen menjadi Rp 750 per saham, dan saham INPP naik 21,05 persen menjadi Rp 276 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham yaitu saham LMSH melemah 13 persen menjadi Rp 6.525 per saham, saham ISPP merosot 11,54 persen menjadi Rp 230 per saham, dan saham GSMF turun 6,47 persen menjadi Rp 130 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, minat pelaku pasar berkurang untuk bertransaksi saham di pasar modal sehingga berdampak negatif ke indeks saham.

Tekanan indeks saham ditambah dengan berita wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan pengurangan pasokan BBM bersubsidi oleh Pertamina membuat indeks saham turun. Pelaku pasar cenderung menunggu sentimen baru untuk kembali ke bursa saham.

“Pelaku pasar ambil posisi wait and see. Nilai transaksi saham pun tak bisa tembus Rp 5 triliun pada hari ini. Setidaknya IHSG dapat ditutup di atas support pertama 5.186,” kata Satrio.

Selain itu, sentimen regional dinilai tidak terlalu mempengaruhi pergerakan indeks saham pada awal pekan ini. “Pasar saham memang belum ada sentimen positif hingga nanti pergantian pemerintahan baru,” kata Satrio.

Sebagian besar bursa saham Asia menguat pada awal pekan ini. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,5 persen. Indeks saham Korea Selatan mendaki 0,2 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,1 persen.

Indeks saham saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,2 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,5 persen, dan indeks saham Sydney turun 0,2 persen. (lp6/wh)