Kecewa, SBY Bawa UU Pilkada ke MK

Kecewa, SBY Bawa UU Pilkada ke MK
Susili Bambang Yudhoyono. foto:viva.co.id

Presiden yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengaku kecewa atas hasil sidang paripurna DPR yang memutuskan pilkada tidak langsung atau melalui DPRD.

SBY memastikan Demokrat akan menggugat UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi dalam waktu dekat. “Partai Demokrat akan mengajukan gugatan hukum ke MK terhadap UU Pilkada ini,” ujar SBY melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, Jumat 26 September 2014.

Alasan pengajuan gugatan tersebut, menurut Julian, tak lain karena SBY menilai UU Pilkada mengabaikan kedaulatan rakyat. “Pak SBY dengan Partai Demokrat telah berjuang dengan mengajukan opsi untuk mempertahankan pilkada langsung dengan perbaikan, namun tidak diakomidir dalam opsi voting dan tidak didukung bahkan ditolak oleh fraksi parpol lain,” kata dia.

Seperti diberitakan, dalam pengambilan voting pengesahan Rancangan UU Pilkada, sebanyak 135 anggota yang hadir memilih pilkada langsung oleh rakyat. Terdiri dari Fraksi Partai Golkar 11 orang, Fraksi PDI Perjuangan 88 orang, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 20 orang, dan Fraksi Hanura 10 orang. Ada enam orang anggota dari Fraksi Demokrat yang tidak ikut aksi walk out, dan mendukung pilkada langsung.

Sementara 226 anggota dewan yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih secara solid mendukung pelaksanaan pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (vva/ram)