Kecepatan Adaptasi Hadapi Perubahan

Kecepatan Adaptasi Hadapi Perubahan

Unung Istopo Hartanto, peneliti senior Enciety Business Consult

Langkah pertama dalam perjalanan sering terasa berat, pun dalam hadapi situasi baru. Pandemi Covid-19 ini telah menambah satu kosakata dalam interaksi sosial bermasyarakat. Transisi new normal. inilah yang “memaksa” saya mencoba menggali makin dalam bagaimana ruang ilmu dan ruang berbagi itu bisa menumbuhkan sebuah pola komunikasi baru.

Berbincang dengan sahabat yang telah dua puluh tahun lebih berkecimpung di sales dan distribution, memiliki banyak hal yang dapat diselami, khususnya terkait perubahan kebiasaan dan perubahan habit yang mendorong pada sebuah sikap adaptive dan agile.

Daru Puji Utomo, putra Magetan ini memulai perbincangan dengan hadirkan kisah. Kalau kita jadi burung dan hinggap di suatu pohon, kita nggak pernah terlalu khawatir dengan ranting yang kering. Kenapa? Karena kalau ranting yang kering ini jatuh, kita masih punya sayap untuk tetap bisa terbang. Menanamkan sebuah mindset besar bahwa perubahan akan selalu hadir, sehingga sangat penting untuk segera bergerak, bersikap, mengambil peluang yang ada.

Jika kita amati pergerakan beberapa emiten consumer goods (barang konsumsi), terlihat ada optimisme bergerak makin membaik. Setelah sebelumnya pertengahan Maret 2020 sempat turun drastis.

Pada sisi lain, banyak sektor dan profesi terdampak, baik secara langsung yang memiliki risiko tinggi (high risk jobs) terhadap penyebaran wabah. Maupun profesi dengan risiko rendah namun terkena dampak secara ekonomi.

Digitalisasi menjadi kuat berperan. Riset enciety Business Consult tentang digital lifestyle 2020 juga menunjukkan bagaimana perubahan konsumsi digital ini sangat berpengaruh pada model adaptasi hubungan pelanggan dan bisnis.

Adaptasi cepat ini pula yang dilakukan oleh Pahlawan Ekonomi Surabaya, misalnya. Bagaimana pelatihan dan edukasi UMKM Surabaya tetap berjalan. Bahkan makin produktif dan memiliki kemampuan dalam berbagi knowledge dengan cepat. Strategi webinar dengan close user group sangat kuat membangun relasi pelanggan.

Program Go Digital Pahlawan Ekonomi ini tentu awalnya terasa berat. Namun saat terjadi perubahan kebiasaan ini, digitalisasi menjadi terasa sangat mudah dan menjadi keniscayaan. Persis seperti emiten barang konsumsi, UMKM pun yang awalnya hampir apatis pada pertengahan Maret, hari ini sudah mulai menggeliat, bergerak. Dengan kekuatan utama pada database pelanggan dan relationship yang kuat secara digital.

Dalam diskusi terpisah, Nur Wachid BATAN, juga menjelaskan bagaimana salah satu kunci sukses dalam menghadapi perubahan adalah patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol.

Khususnya digitalisasi data, sehingga semua perencanaan dan strategi yang berujung pada penganggaran, harus dapat dipertanggung-jawabkan bermanfaat untuk masyarakat.

Kesadaran data pada era digital ini sangat luar biasa. Meski pun tentu, sebuah visualisasi data memiliki beragam persepsi di benak masyarakat maupun konsumen. Namun semua tetap berproses untuk meletakkan bahwa berkomunikasi pada hari ini bukan hanya dengan memberikan atau menampilkan data, tetapi harus juga menakar atas persepsi publik yang ditimbulkan.

Akhirnya, bagaimana kita harus bijak, terus bergerak, mengenali konsumen kita, memperbarui strategi pemasaran kita. Serta bagaimana upaya kita melakukan transformasi data menjadi informasi penting dan bermanfaat. Tumbuh menjadi knowledge bersama.

Saat bisnis kita sudah mampu memberikan dampak, ada satu hal yang juga sangat penting dilakukan dalam mempersiapkan perubahan di masa depan, yaitu terus merawat generasi. Membangun people-nya, sumber daya manusianya. Agar terus memiliki kompetensi yang baik, mampu terus terbang dalam kondisi yang seberat apa pun. Kalimat Daru Puji Utomo, sahabat yang saat ini berdomisili di Makassar inilah yang menutup perbincangan kami. Tuhan tidak membenani di luar batas kemampuan hamba-Nya. Semoga kita semua mampu melalui pandemi ini, menjadi pribadi yang makin baik, dan bisnis tumbuh makin manfaat. Aamiin.

Salam.