Kecelakaan Jatim Turun 13,78 Persen

Kecelakaan Jatim Turun 13,78 Persen
Polisi mengatur lalu lintas saat Operazai Zebra Semeru 2013.

Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2013 memasuki hari akhir. Dari data yang diterima, kecelakaan (laka) 2013 tercatat ada 438 kejadian, tahun 2012 tercatat 508 kejadian atau turun 13,78 persen.

Sedangkan untuk kejadian meninggal dunia (MD) akibat kecelakaan lalu lintas, tercatat di tahun 2012 ada 90 kejadian, tahun 2013 menjadi 68 kejadian, turun 24,44 persen.

Kasubbid Pen Mas Polda Jatim Kompol R Bambang TB mengatakan, untuk personel yang dilibatkan dari Polda Jatim sebanyak 309 orang dan satwil jajaran sebanyak 2.720. Total yang dikerahkan sebanyak 3029 personel.

“Dilihat hingga hari ini pelaksanaan operasi Zebra terbukti efektif menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Rabu (11/12/2013).

Untuk kendaraan terlibat laka sepeda motor di tahun 2012 ada 678 kejadian. Sedang tahun 2013, laka menggunakan motor ada 572 kejadian, turun 15,63 persen.

Untuk laka mobil penumpang di tahun 2012 ada 70 kejadian, tahun 2013 ada 69 kejadian, turun 1,43 persen.

Sedangkan mobil beban tahun 2012 ada 15 kejadian, tahun 2013 ada 22 kejadian, naik 46,67 persen. Kecelakaan yang melibatkan Bus di tahun 2012 ada 91 kejadian, tahun 2013 ada 93 kejadian, naik 2.20 persen.

Kendaraan khusus di tahun 2012 ada 1 kejadian, tahun 2013 ada 4 kejadian, naik 300%. Kendaraan tidak bermotor tahun 2012 ada 33 kejadian, sedangkan di tahun 2013 ada 30 kejadian, turun 9,09 persen.

Jumlah total kejadian laka di tahun 2012 ada 889 kejadian, tahun 2013 ada 788 kejadian, turun 11,36 persen.

“Dari semua data tersebut, yang paling banyak terlibat laka adalah sepeda motor,” ujarnya.

Menurut Bambang, penyebab tingginya kecelakaan karena tingginya volume kendaraan. “Dulu, setiap satu rumah hanya ada satu kendaraan. Sekarang satu penduduk memiliki satu kendaraan. Dan itensitas jalan tidak bertambah,” jelasnya.

Untuk korban luka berat tahun 2012 tercatat 74 orang, tahun 2013 menjadi 92 orang, naik 24,32 persen. Luka ringan 665 orang di tahun 2012, tahun 2013 mencapai 578 orang, turun 13,08%.

Sedangkan kerugian materiil di tahun 2012 mencapai Rp 498.198.500, tahun 2013 mencapai Rp 577.399.500, naik 15,90 persen.

Untuk kasus tabrak lari tercatat ada 15 kejadian di tahun 2012, tahun 2013 16 kejadian, naik 6,67%. Meninggal dunia dalam tabrak lari ada 3 orang di tahun 2012, dan 2 orang MD di tahun 2013. (wh)