Kebut Proyek Infrastruktur, Kementerian PUPR Percepat Lelang

Kebut Proyek Infrastruktur, Kementerian PUPR Percepat Lelang
Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Hediyanto W. Husaini (tengah), foto: pu.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat proses pelelangan sejumlah proyek terkait dengan proyek jalan dan jembatan di Indonesia guna meningkatkan penyerapan anggaran. Tahap pertama di lelang sebanyak  61 proyek dengan nilai Rp 3,7 triliun.

“Lelang lebih awal ini diharapkan bisa mempercepat realisasi pembangunan sejumlah proyek yang telah dianggarkan,” ujar Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Hediyanto W. Husaini seusai launching lelang dini pengelolaan anggaran 2016 di Kantor Kepentrian PUPR Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Selain Dirjen Bina Marga, turut hadir dalam pembukaan lelang ini  antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono, Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib dan Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar.

Hediyanto mengatakan, lelang dini akan terus berlanjut dalam bulan-bulan berikutnya hingga Januari 2016 dengan total nilai proyek mencapai 16,73 triliun.  Hediyanto Husaini menjelaskan, dari total pagu anggaran Ditjen Bina Marga TA 2016 tersebut, diperkirakan pagu yang akan dilelangkan senilai Rp 28,32 triliun.

“Dengan pelaksanaan lebih awal, diharapkan proyek bisa segera dikerjakan  dan dapat tepat waktu pelaksanaannya,” katanya.

Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widjoyono mengungkapkan, pagu anggaran tahun 2016 di Kementeriannya telah ditetapkan Menteri Keuangan senilai Rp 106,4 Triliun, dimana Rp 46,28 triliun (43,5 persen) diantaranya ditujukan untuk pengembangan jaringan jalan dan jembatan di bawah tanggung jawa Ditjen Bina Marga.

Sedangkan yang akan dilelangkan pada hari ini senilai Rp 3,709 triliun. Adapun paket-paket tahun 2016 di Lingkungan Ditjen Bina Marga yang akan dilaksanakan lelang dini merupakan paket-paket yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baik berasal dari dana Rupiah Murni maupun Surat Berharga Syariah Mandiri (SBSN).

Terkait dengan rendahnya penyerapan anggaran 2015, Hediyanto optimis dalam sisa empat bulan ke depan, total anggaran bisa terserap.  Menurutnya,  realisasi anggaran umumnya lmbat di awal-awal pengerjaan proyek.

“Realisasi angggaran di akhir tahun akan lebih cepat karena belanja proyek di akhira-akhir bisa akan lebih besar. Kita optimis target anggaran bisa terserap,” papar Hediyanto. (wh)