Kebijakan Tapering Off AS Lemahkan Rupiah

 

Kebijakan Tapering Off AS Lemahkan Rupiah

Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan mengakhiri (tapering-off) pemberian stimulus moneter non-konvensional (QE III) memberikan tekanan yang akan melemahkan rupiah, demikian menurut Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah. Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini merupakan hasil dari tekanan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), yang akan mengakhiri pemberian stimulus moneter non-konvensional (Quantitative Easing-QE).

Selain itu menurut Firmanzah, Indonesia harus menghadapi kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga The Fed. Ini dilihat dari indikator di bidang ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi di AS saat ini sudah membaik.

Di kesempatan yang berbeda, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo juga menyatakan hal yang serupa bahwa salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah adalah kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat yang diperkirakan lebih cepat. “Secara umum, nilai tukar itu mencerminkan kondisi ekonomi bahwa pada saat yang lalu banyak faktor eksternal berperan. Khusunya proses normalisasi AS dan statement yang menunjukkan kondisi AS terus membaik,” jelasnya.

Berikut prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks saham, Selasa (30/9/2014).

  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih dibutuhkan clear break di bawah area 1.2670 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area support 1.2625. Resisten terdekat berada di sekitar 1.2750, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka waktu terdekat dengan kemungkinan menguji ulang area 1.2830.
  • GBP/USD. Bias netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 1.6230-1.6440. Penembusan konsisten di atas area 1.6440 akan memicu tekanan bullish lanjutan menguji ulang area 1.6490 atau bahkan lebih tinggi. Hanya break kembali di bawah area 1.6230 yang akan melanjutkan bearish downtrend menuju area support 1.6180 sebelum menguji ulang area 1.6130.
  • USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan range perdagangan potensial berkisar antara 108.60-109.50. Break konsisten di bawah area 108.60 akan memicu skenario koreksi bearish lanjutan menguji ulang area 108.15. Sebaliknya, hanya break kembali di atas area 109.50 yang akan melanjutkan skenario bullish utama mengincar area resistensi 110.15.
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 0.9530, yang dapat memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9570. Support terdekat berada di sekitar area 0.9465, dimana break konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9400.
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek meskipun masih diperlukan clear break di bawah area 0.8685 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju setidaknya area support 0.8620. Sebaliknya, resisten terdekat berada di sekitar 0.8765. Penembusan konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 0.8805.
  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan range perdagangan potensial berkisar antara 1207-1225. Clear break di bawah area 1207 akan mengubah bias intraday kembali bearish untuk mengincar level psikologis 1200. Sebaliknya, penembusan konsisten di atas area 1225 bisa menghadirkan tekanan bullish menuju area 1231 atau bahkan area 1240.
  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di bawah 22965, yang akan memicu momentum bearish lebih lanjut menuju 22750 sebelum mengincar 22575. Resisten terdekat berada di sekitar 23200, dimana clear break di atas area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 23370.
  • Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek meskipun masih dibutuhkan clear break di atas area 16395 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 16475 atau bahkan area 16555. Sebaliknya, support terdekat berada di sekitar 16160. Break konsisten di bawah area itu akan menghantarkan harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan potensi menguji area 15980.
  • Kospi Futures. Bias masih bearish selama harga bertahan di bawah 259.65, dengan break kembali ke bawah 257.85 akan menekan harga turun untuk menguji support kunci pada 256.70. Untuk pergerakan naik, break ke atas 259.65 dapat memicu koreksi bullish lanjutan kembali menuju 260.25. Hanya break ke atas 263.20 yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bearish saat ini. (Mr I Care)

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.