Kebakaran Lahan Kosong di Surabaya Meningkat

Kebakaran Lahan Kosong di Surabaya Meningkat

Soekarno, Kasie Pencegahan dan Penanganan Dinas Kebakaran dan Kepala Dinas Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya Chandra Oratmangun dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (21/7/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Angka kebakaran non bangunan yang terjadi di Surabaya terus meningkat.  Menurut Kepala Dinas Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya Chandra Ratna Maria DE Rosario Oratmangun,  pada 16 Juli lalu dalam satu hari ada 6 kebakaran non bangunan yang terjadi.

“Belakangan ini yang perlu kita waspadai adalah makin meningkatnya kejadian kebakaran non bangunan. Kebanyakan kebakaran non bangunan ini benyak menimpa lahan-lahan kosong. Untuk lokasinya kebanyakan menyebar di daerah Surabaya Barat, seperti Benowo, Tandes dan lain sebagainya,” tegasnya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (21/7/2017).

Dalam acara yang dipandu oleh Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult tersebut, Candra menjelaskan kebanyakan kebakaran non bangunan yang terjadi di Surabaya bukan hanya di satu tempat saja. Melainkan di beberapa titik secara bersamaan.

“Keadaan iklim juga sangat mempengaruhi, jika cuaca semakin panas, maka kebakaran yang terjadi bakal semakin besar. Hal tersebut juga merepotkan kita di lapangan,” papar dia.

Soekarno, Kasie Pencegahan dan Penanganan Dinas Kebakaran Pemerintah Kota Surabaya, menambahkan dari penyelidikan pada bekas kebakaran yang ada di lapangan, kebanyakan ditemukan tanda-tanda jika kebakaran non bangunan yang terjadi tersebut akibat disengaja.

“Secara teknis, banyak pemilik lahan yang kesulitan untuk membersihkan lahan dengan cara memotong rumput. Agar lebih praktis, kebanyakan mereka menggunakan pembersihan lahan dengan cara dibakar,” terang dia.

Untuk itu, sambung Soekarno, pihaknya sangat berharap, kesadaran dari masyarakat untuk dapat menjaga lingkungannya. “Meskipun hanya sekadar membuang sampah, kami sangat berharap agar masyarakat dapat lebih waspada. Karena, dengan api sekecil apapun, nantinya bakal menyebabkan kebakaran yang besar,” tandas dia. (wh)