KBS Target Tingkatkan Kesembuhan Satwa 70 Persen

KBS Target Tingkatkan Kesembuhan Satwa 70 Persen
Dokter Hewan di Kebun Binatang Surabaya

 

Kendati kematian satwa yang terjadi kini menjadi sorotan, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berbenah. Tak mau terus dijuluki Zoo of Death, PDTS menargetkan tingkat kesembuhan satwa meningkat tahun ini. Direktur Utama KBS, Ratna Achjuningrum menyatakan, indeks kesembuhan satwa tahun 2013 lalu sebesar 63 persen.

“Tahun ini diharapkan bisa naik menjadi 70 persen,” ujarnya, Rabu (5/3/2014).

Ratna mengatakan, pihaknya tentu tak menginginkan kenaikan angka kematian satwa. Ia pun menyebutkan, sejak tahun 2006, angka kematian menurun secara signifikan. “Sejak pengurus lama juga sudah turun. Dilihat dari tahun 2006 setahun bisa sampai 500-an ekor, tahun 2013 lalu Cuma mati 229 ekor. Kita usahakan terus menurun,” ujarnya.

Beberapa langkah pencegahan dilakukan KBS untuk menekan kematian tersebut. Antara lain dengan memberi vitamin dan monitoring kesehatan satwa tiap jam. “Kami ada laporan evaluasi oleh petugas yang menjaga satwa sakit. Sehingga kesembuhan satwa bisa meningkat,” tuturnya.

Direktur Operasional KBS, drh Liang Kaspe mengungkapkan, para dokter hewan di KBS siap siaga selama 24 jam. “Kami siap on call bila ada hewan yang mendadak sakit,” tukasnya. Namun, Liang mengakui satwa yang mengalami kembung lebih susah diprediksi.

“Proses terjadinya kembung pada hewan itu sangat cepat. Lha hewan yang kemarin-kemarin mati kembung itu, pas malam hari,” ucapnya. Singkatnya, kembung bisa terjadi sewaktu-waktu. Terutama, menimpa satwa pemakan rumput (herbivora).

Liang melanjutkan, pengawasan oleh berbagai pihak, termasuk petugas keamanan, akan membantu mendeteksi gejala satwa yang mengalami kembung di malam hari. Ini berbeda bila satwa kembung pada siang hari. “Gajah itu (Gonzales, Red) pas siang hari. Jadi bisa cepat diantisipasi,” pungkasnya.(wh)