Kawasan Pesisir dan Laut Timur Belum Tergarap

Kawasan Pesisir dan Laut Timur Belum Tergarap

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah mulai melakukan perbaikan perekonomian. Bank Indonesia mulai menurunkan suku bunga. Diharapkan, pemulihan ekonomi ini dapat berimbas 4-5 tahun ke depan.

Sedikitnya, ada sekitar 1-1,5 juta tenaga kerja muda baru yang hadir setiap tahunnya. Hal ini jelas merupakan peluang tersendiri lantaran tenaga-tenaga baru tersebut mendatangkan konsep-konsep baru yang diharapkan dapat membuat perekonomian kita makin maju.

Di era pandemi seperti sekarang, keberadaan jalan tol menjadi hal yang sangat penting. Bukan untuk lalu lintas orang, namun barang atau logistik. “Di Jawa Timur, banyak jalan tol melalui jalur utara. Diharapkan ke depan ada jakur yang dapat menghubungkan jalur utara dengan lintas selatan,” Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (17/7/2020).

Kresnayana mengatakan, hingga saat ini, wilayah timur Jawa Timur hanya berkontribusi sebanyak 12-13 persen dari PDRB Jatim. Padahal, di wilayah itu terdapat banyak daya tarik daerah yang dapat dimaksimalkan.

 

“Contohnya, Banyuwangi, ada sumber daya alam yang berlimpah. Situbondo ada pelabuhan jangkar yang saat ini memasok kebutuhan di wilayah Sumenep melalui jalur laut,” jelas Kresnayana.

Dia juga menyebut, pertanian, perikanan dan peternakan di wilayah timur ini dapat memancing investor untuk dapat berinvestasi. Lalu ada sektor pariwisata yang saat ini berusaha bangkit kembali.

“Banyak kawasan pesisir dan laut timur yang belum tergarap. Nah, dengan adanya Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini, berbagai sektor tersebut dapat dimaksimalkan,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Krenayana menambahkan, investor masih mempertimbangkan karena arus transportasi masih tersendat karena pandemi. Namun dia yakin bakal berangsur meningkat.

Hari Pratama, Direktur Utama PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), menjelaskan, jika target penuntasan Jalan Tol Probowangi sesi 1 bakal selesai sekitar 2 tahun mulai dari pengerjaan yang jatuh pada akhir tahun 2019.

“Sedangkan untuk rampung secara keseluruhan, kami targetkan pada tahun 2025 mendatang. Kira-kira jika sudah rampung, Probolinggo-Banyuwangi bisa ditempuh dengan hanya 1-1,5 jam. Dari yang sebelumnya harus ditempuh dengan rata-rata waktu 5 jam,” ungkapnya lewat sambungan telepon.

Kata dia, konsep lalu lintas utara dan selatan sampai saat ini masih digunakan pemerintah saat ini. Padahal konsep itu dicetuskan sejak zaman kolonial Belanda ada di Indonesia.

Lantas, selain jalur Tol Probowangi, Hari juga menjelaskan ada beberapa Jalan Tol yang akan dibangun. Di antaranya, jalur Situbondo menuju Jember, Jember menuju Banyuwangi dan Lumajang menuju Jember.

“Selain itu, ada jalur Probolinggo menuju Lumajang. Jalur Tol ini masuk melalui Tol Pasuruan yang konsepnya akan terintegrasi dengan jalur-jalur tersebut,” tandasnya. (wh)