Kasus Polisi Nakal Jatim Naik 70 Persen

Kasus Polisi Nakal Jatim Naik 70 PersenBanyaknya kasus pelanggaran polisi di internal Polda Jatim pada 2013 menjadi pekerjaan rumah (PR) korps Bhayangkara ini. Polisi ingin kembali menata citra di mata masyarakat.

Untuk kasus pidana saja jumlahnya meningkat 20 kasus atau 71 persen dari tahun kemarin yang hanya tercatat 28 kasus. Ironisnya, dari 48 kasus pidana tersebut, 13 polisi dipecat atau di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Meskipun jumlah PTDH menurun dibandingkan 2012, yaitu 41 polisi.

“Ada beberapa item, kenapa pelanggaran polisi untuk tahun ini meningkat. Diantaranya kasus penganiayaan, kerjasama bisnis, dan narkoba,” terang Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol Tomsi Tohir.

Contohnya, kasus penganiayaan ringan (pasal 352 KUHP). Masyarakat disini meminta kepada polisi untuk diusut secara pidana. Selain itu, kerjasama bisnis yang berakhir laporan pidana.

“Yang paling banyak yaitu soal narkoba. Ini setelah Polda Jatim menerapkan komitmen Polda Jatim Zero Narkoba,” tambah pamen dengan pangkat tiga melati di pundak ini.

Dari data pelanggaran yang ada di Bidang Propam Polda Jatim, hanya pelanggaran pidana saja yang mengalami peningkatan.

Untuk pelanggaran disiplin dan kode etik menurun. Disiplin untuk tahun ini tercatat ada 943 orang, sedangkan pada 2012 sebanyak 2.282 orang atau (-59 persen). Sementara kode etik menurun hingga 55 persen.

Sementara untuk hukuman disiplin, dibagi menjadi 7 item (teguran tertulis, tunda naik pangkat, tunda pendidikan, tunda gaji berkala, mutasi demosi, penempatan di tempat khusus, dan tidak cukup bukti).

Dari ketujuh item hukuman disiplin itu, semuanya mengalami penurunan. Misalkan penundaan kenaikkan pangkat, pada 2012 tercatat ada 321 orang namun tahun ini merosot menjadi 111 orang atau -65 persen.

Sama halnya dengan penempatan di tempat khusus atau penahanan internal kepolisian, terjadi penurunan hingga 59 persen. Dari 869 orang menjadi 357 orang pada tahun ini.

Sedang pelanggaran kode etik profesi polri (KEPP) dan pidana, hanya permintaan maaf saja uang mengalami kenaikkan yaitu sebanyak 60 persen.

Untuk jenis hukuman lainnya, perbuatan tercela, tour of area, tour of duty, PDH (Pemberhentian Dengan Hormat), PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat), dan pembinaan ulang menurun berkisar 43 persen hingga 100 persen.

“Pendidikan profesi kepolisian di Watukosek selama satu minggu. Mereka akan melakukan ibadah, dan pembinaan lainnya,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono.(wh)