Kasus Pertukaran Satwa KBS, Risma Tunggu Keputusan Hukum

Kasus Pertukaran Satwa KBS, Risma Tunggu Keputusan Hukum
Sejumlah satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) saat akhir pekan mendapat banyak kunjungan dari warga Surabaya yang menikmati hari libur.

Menanggapi kasus pertukaran satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang tak kunjung selesai membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memilih untuk menunggu adanya putusan hukum. Ini karena tanpa adanya keputusan hukum yang jelas, pihaknya tidak akan bisa mengambil kembali satwa yang telah ditukarkan.

“Saya harus nunggu, misalkan saya ngambil gimana cara ngambilnya. Kita sampai sana gimana masuknya, kan harus ada keputusan hukum ada juga keputusan dari polisi. Kalau nuruti emosi, sebenarnya saya pengennya ngambil, tapi terusnya masuknya gimana, kalau tidak ada putusan pengadilan,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (1/12/2014).

Sampai saat ini pun Risma mengaku belum mengetahui sejauh mana proses hukum telah berjalan. Menurutnya, pihaknya memilih menunggu adanya laporan dari kepolisian tentang kabar terbaru proses hukum penuntasan kasus pertukaran satwa KBS.

“Saya tidak tahu prosesnya sudah sampai di mana. Nanti pasti ada surat masuk,” jelasnya.

Saat ditanya asumsinya, Risma bahkan mengaku apresiasi dengan langkah para pemerhati mengadakan gerakan sejuta tanda tangan untuk menyelematkan satwa KBS. Meski begitu Risma sadar, sebagai orang birokrat pihaknya tetap harus bersabar dan menunggu proses hukum berjalan hingga ada putusan yang sah dari pengadilan tentang satwa tersebut.

“Adanya tanda tangan kita Senang saja, tapi nggak bisa kami nggak ngikuti prosedur. Kita sepakat dengan mereka melakukan itu. Dulu kan saya yang ikut melaporkan kasus pertukaran satwa ini, makanya saya juga nglapor ke KPK terkait masalah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komite III DPD RI, Emillia Contessa mengaku terus mengikuti kabar terbaru perkembangan kasus KBS. Menurutnya gerakan satu juta tanda tangan patut diapresiasi dan didukung untuk menyelamatkan satwa KBS.

“Kalau seandainya saya di Surabaya, pasti tiap minggu saya akan datang, saya jamin saya pasti akan hadir. Makanya saya himbau kepada pemerhati KBS ke depan saya akan hadir di sini, tapi bukan sebagai Anggota Komite III DPD RI tapi saya datang sebagai anggota DPD Jawa Timur,” akunya.

Penyanyi dangdut pada era 70-an ini juga sangat berharap satwa-satwa yang telah dipertukarkan dapat segera dikembalikan ke kandang KBS. Untuk itu pihaknya terus mendorong kepolisian agar bisa menuntaskan kasus tersebut. Satu di antaranya dengan turut mendukung gerakan satu juta tanda tangan untuk menyelamatkan satwa KBS. (wh)