Kasus Michael Dihentikan, KBS Perketat Keamanan

Kasus Michael Dihentikan, KBS Perketat Keamanan

 

Penghentian penyelidikan kasus kematian Michael, singa Afrika jantan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS), diterima direksi dengan legawa. Direktur Utama PD Taman Satwa KBS Ratna Achjuningrum menyatakan, kematian singa berumur 18 bulan tersebut menjadi pelajaran penting baginya.

“Setelah pemeriksaan hampir sebulan, kasus Michael ditutup. Ya sudah, sekarang kami upayakan memperketat keamanan,” tuturnya, Kamis (20/2/2014).

Ratna menjelaskan, beberapa langkah pengamanan dilakukan dari berbagai sisi. Kandang-kandang satwa dievaluasi kembali, terutama pada satwa kucing besar. Sling baja untuk membuka kandang sekarang dikunci (locked) di sisi luar, sehingga tak lagi terjangkau si harimau. Untuk mengawasi tingkah laku satwa, KBS memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV). Dari target pemasangan total 47 unit, kini 16 unit telah terpasang dan menyala. “Pemasangannya bertahap,” cetusnya.

Sementara itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Polisi Hutan (Polhut). Tak ketinggalan satuan keamanan (security) dari KBS sendiri. Mereka secara bergantian berkeliling, terutama ketika jam kerja berakhir. “Satpol PP saja sehari ada 3 shift. Satu shift terdiri dari 1 regu yang anggotanya sebanyak 12 orang,” kata Ratna.

Pada 15 Februari 2014 lalu, Polrestabes Surabaya secara resmi menghentikan pengusutan kasus kematian singa Michael. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman menyampaikan beberapa alasannya. Dari hasil olah tempat kejadian, pemeriksaan saksi, dan hasil laboratorium, polisi tidak menemukan bukti campur tangan manusia.

Farman menambahkan, lokasi sling baja di dalam kandang Michael bisa digapai singa pada saat berdiri. “Dari keeper kami dapat keterangan, mereka selalu memberi makan dari sebelah atas di depan pintu,” katanya.

Pada berita acara pemeriksaan (BAP), drh Rahmat Suharta yang turut mengotopsi pun menjelaskan, bahwa singa tersebut masih cukup aktif sehingga tidak ditempatkan di kandang terbuka yang bisa dilihat pengunjung. “Dokter Rahmat mengatakan, singa ini masih hiperaktif. Apalagi kalau malam,” imbuhnya.(wh)