Kasus Korupsi di Jatim Naik 65,35 Persen

Kasus Korupsi di Jatim Naik 65,35 Persen

Kasus korupsi di Jatim tahun 2013 mengalami peningkatan 65,35 persen dibanding tahun 2012 lalu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Jatim, untuk tingkat penyelidikan seluruhnya di tahun 2012 ada 83 kasus. Di tingkat penyidikan ada 193 kasus korupsi dan masuk ke penuntutan sebanyak 112 kasus.

“Sedangkan di tahun 2013, di tingkat penyelidikan ada 127 kasus, di tingkat penyidikan ada 116 kasus dan penuntutan 96 kasus,” kata  Kepala Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim Rohmadi, Selasa (10/12/2013).

Menurutnya, untuk penyelidikan korupsi di Jatim tersebut berkat laporan dari masyarakat ataupun dari temuan pihak kejaksaan sendiri. Kata Rohmadi, untuk di tingkat Kejati Jatim sendiri pada tahun 2012 ada 20 kasus di tingkat penyelidikan dan 13 di tingkat penyidikan serta penuntutan ada 8 kasus.

Untuk tahun 2013, ada 26 kasus yang diselidiki, 18 penyidikan dan masuk ke penuntutan ada 8 kasus. “Yang terbesar menyumbang penanganan kasus korupsi di Jatim  adalah Kejati Jatim dan Kejari Surabaya,” ujarnya.

Untuk kerugian negara sendiri yang berhasil diselamatkan di tahun 2012 malah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013. Untuk tahun 2012, uang negara yang berhasil diselamatkan Rp 19.349.856.927. Di tahun 2013, uang negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp 4.894.918.536.

Di Kejati Jatim sendiri tahun 2012 berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp 17.971.666.007. Di tahun 2013 hanya berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp 1.350.000.000.

“Jumlah uang yang berhasil diselamatkan memang lebih sedikit. Itu tidak mengurangi keseriusan kita untuk terus melototi setiap kasus korupsi di Jatim agar ke depannya kerugian negara yang bisa diselamatkan lebih besar lagi,” pungkasnya. (wh)