Kasus Investasi Ilegal Marak, OJK Gelar Rakor Satgas Investasi

Kasus Investasi Ilegal Marak, OJK Gelar Rakor Satgas Investasi

foto: humas ojk

Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor)Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Jawa Timur dengan mengundang seluruh anggotanya, yaitu Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Biro Perekonomian, Badan Penanaman Modal dan Dinas Komunikasi dan Informatika serta mengundang Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi menyampaikan pentingnya peranan dari Satuan Waspada Investasi Daerah Jawa Timur. “Mengingat kasus investasi ilegal masih marak di terjadi di Jawa Timur antara lain kasus MeMiles dan kasus CV Tri Manunggal Jaya di Ponorogo,” katanya.

Kata dia, mudahnya masyarakat kita terjerat dalam investasi ilegal merupakan tantangan bagi Satgas Waspada Investasi untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan bagi masyarakat.

“Meski pun berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Tahun 2019, tingkat Literasi keuangan tahun 2019 sebesar meningkat menjadi 38,0 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 29,6 persen,” papar dia.

Dengan demikian, sambung dia, Satgas Waspada Investasi Jawa Timur memiliki peran yang penting dalam peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat dengan cara, melakukan pencegahan dengan cara memperbanyak kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kedua, melakukan pemantauan atas aktivitas penghimpunan dana masyarakat yang dilakukan secara illegal. Ketiga, memitigasi dan mencegah secara dini serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Rapat Koordinasi yang diadakan, Rabu (26/2/2020) malam, ini menghadirkan narasumber dari Departemen Pemeriksaan Khusus dan Investigasi Perbankan OJK yang menyampaikan materi tentang Tindak Pidana di Bidang Perbankan dan Ditreskrimsus Polda Jatim (Kompol Suryono) yang menyampaikan materi tentang Penindakan Kegiatan Investasi Ilegal.

“Kami berharap agar pada rakor ini dapat merumuskan pola-pola edukasi kepada masyarakat sehingga dapat mencegah kerugian secara dini dengan mengetahui pola-pola investasi ilegal yang ditawarkan kepada masyarakat,” terang Bambang. (wh)