Kasus DBD Meningkat, Siapkan 5 Langkah Penanganan

Kasus DBD Meningkat, Siapkan 5 Langkah Penanganan

Fasilitator kesehatan memantau kondisi jentik. foto: pemkot surabaya

Sebagai upaya untuk mewaspadai dan mengantisipasi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Surabaya kemudian mengoptimalkan peran para kader kesehatan. Juga menyiagakan seluruh Faskes (Fasilitas Kesehatan) yang ada di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, yang terkonfirmasi DBD di bulan Januari 2022 sampai saat ini sebanyak 8 kasus dan sedang mengalami perawatan di rumah sakit.

Sebagai respons untuk penanganan kasus DBD, Eri memaparkan langkah-langkah penanganan yang dilakukan, apabila terjadi kasus konfirmasi DBD. Pertama, berkoordinasi dengan seluruh Faskes di Kota Surabaya untuk segera melaporkan kasus demam dengan gejala yang menyerupai DBD.

Kedua, berkoordinasi dengan Camat dan Lurah untuk menggerakkan semua elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan. Ketiga, pihaknya mengoptimalkan peran kader kesehatan. Yakni melakukan pemantauan pada kondisi jentik di lingkungan permukiman di wilayahnya masing-masing secara rutin, minimal satu minggu sekali.

“Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan melalui PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan 3M plus (Menutup, Menguras, dan Mengubur),” ujar dia.

Selain itu, para kader kesehatan juga melakukan surveilans (kegiatan pengamatan penyakit) berbasis masyarakat. Apabila terdapat laporan yang terduga DBD di wilayahnya, maka akan berkoordinasikan dengan puskesmas setempat.

“Keempat, kami melakukan penanggulangan secara tepat pada kasus konfirmasi DBD dengan menyediakan penyelidikan Epidemiologi, untuk memutus mata rantai penularan dalam waktu kurang dari 2×24 jam sejak laporan pertama,” terang dia.

Kelima, imbuh Eri, pihaknya secara rutin telah membagikan larvasida kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan jentik di tempat penampungan air yang sulit di kuras.

“Maka, ketika mengalami demam tinggi harus segera melakukan pemeriksaan dan jangan sampai terlambat. Sebab, kita sudah menyampaikan kepada semua Faskes untuk siap siaga,” pungkasnya. (wh)