Kapolda Baru Jatim Fokus Pengamanan Pilkada Serentak

Kapolda Baru Jatim Fokus Pengamanan Pilkada Serentak
Farewell Parade Kapolda Jatim dengan penyambutan Irjen Pol Anton Setiadji dengan pedang pora dari pintu gerbang hingga menuju Gedung Rupatama Polda Jatim, Senin (14/9/2015). Umar alif/enciety.co

Upacara serah terima pucuk pimpinan (farawell parade) Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim antara Irjen Pol Anas Yusuf yang digantikan Irjen Pol Anton Setiadji resmi dilaksanakan, Senin (14/9/2015).

Dalam acara Farewell Parade Kapolda Jatim dengan penyambutan Irjen Pol Anton Setiadji dengan pedang pora dari pintu gerbang hingga menuju Gedung Rupatama Polda Jatim. Setelah itu, Irjen Anton Setiadji menerima laporan satuan (lapsat) dari Irjen Pol Anas Yusuf yang akan segera menjabat Gubernur Akpol.

Usai upacara, mantan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Setiadji memprioritaskan pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) 19 kabupaten dan kota yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Jatim tersebut.

“Saya hanya meneruskan program dari Kapolda sebelumnya yaitu pak Anas. Terutama pengamanan pilkada yang akan digelar serentak pada 9 Desember mendatang,” kata Irjen Pon Anton Setiadji.

Sementara itu, Irjen Pol Anas Yusuf yang menjabat Kapolda Jatim selama setahun (3 September 2014-7 September 2015) itu berharap tugas yang diemban Polda Jatim akan berkelanjutan di tangan penggantinya.

“PR (pekerjaan rumah) yang penting untuk Pak Anton Setiadji adalah pilkada serentak. Persiapannya (persiapan pilkada serentak) sudah oke dan nggak ada kendala berarti, kecuali Surabaya (Pilkada Surabaya),” ujarnya.

Acara “farewell parade” Kapolda Jatim itu diawali dengan penyambutan Irjen Pol Anton Setiadji dengan pedang pora dari pintu gerbang hingga menuju Gedung Rupatama Polda Jatim.

Setelah itu, Irjen Anton Setiadji menerima laporan satuan (lapsat) dari Irjen Pol Anas Yusuf, lalu keduanya menghadiri serah terima “Ibu Asuh” Polwan di Gedung Mahameru Mapolda Jatim dan malam harinya ada “farewell party” Kapolda Jatim lama dan baru dengan tokoh masyarakat. (wh)