Kapal Penumpang Wihan Sejahtera Terbalik sebelum Tenggelam

Kapal Penumpang Wihan Sejahtera Terbalik sebelum Tenggelam
Situasi evakuasi kapal yang terbalik dan kapal yang sudah tenggelam di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Senin (16/11/2015). Sandhi nurhartanto/enciety.co

Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera yang mempunyai panjang 140 GT, dengan kode 9.786, berangkat dari Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Bajo, Nusa Tenggara Barat akhirnya tenggelam usai oleng ke kanan dan terbalik di Alur Pelayaran Barat Surabaya, dekat Dermaga Teluk Lamong, Senin (16/11/2015), sekitar pukul 09.30 WIB.

Beruntung, tidak ada korban tewas. Dari 140 penumpang yang naik KM Wihan Sejahtera, kesemuanya berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan dari tim Syahbandar Gresik, tim SAR dari Polair, Basarnas dan intansi terkait yang langsung melakukan evakuasi para penumpang dan membawanya ke Gapura Surya.

Humas Terminal Teluk Lamong Reka Yusmara membenarkan terbaliknya KM Wihan Sejahtera tersebut. “Sebenarnya Otoritas Terminal Teluk Lamong sudah mengarahkan kapal bersandar di kawasan tersebut. Namun kenyataannya sang nahkoda kapal menolak hingga terjadi peristiwa terbaliknya KM Wihan sejahtera ini,” kata Reka Yusmara kepada wartawan.

Ia menceritakan, bila dari dermaga Teluk Lamong menuju kapal hanya berjarak sekitar 200 meter. Reka sendiri mengaku mendapat informasi nahkoda menyadari kapal mengalami masalah. Namun Reka tak membeberkan masalah tersebut.

“Untuk penyebab kapal mengalami masalah yang lebih bisa menjelaskan adalah Pelabuhan Tanjung Perak dan Kesyahbandaran,” sahutnya.

Meski demikian, otoritas Teluk Lamong terus menyarankan kapal bersandar di dermaga tersebut. Lagi-lagi, nahkoda menolak. Nahkoda memaksa untuk berlabuh di Tanjung Perak yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian.

Hingga akhirnya, kapal oleng dan tenggelam. Penumpang dan kru pun berhamburan menyelamatkan diri. Otoritas Teluk Lamong yang bersiaga pun langsung mengevakuasi penumpang.

Reka mengatakan tim gabungan telah mengevakuasi 140 penumpang. Semua korban selamat meski beberapa di antaranya mengalami luka di kepala, kaki, dan tangan.

“Ada korban yang dibawa ke RS PHC. Ada yang dibawa ke Gerbang Surya Tanjung Perak,” jelasnya.

Salah satu penumpang kapal, Murti, yang berhasil dievakuasi mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa terselamatkan jiwanya bersama kedua anaknya tersebut. “Kejadiannya sebelum tenggelam terdengar suara dan goncangan di dalam kapal. Diduga karena menabrak benda keras dan mengalami kemiringan. Akhirnya saya loncat kelaut bersama kedua anak yang telah pakai pelampung,” kata Murti yang hendak ke Ende, Flores. (wh)