ITS Perkenalkan Kapal Baita Sena di Koarmatim

 

ITS Perkenalkan Kapal Baita Sena di Koarmatim

 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berupaya mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Tim unit kegiatan mahasiswa “Maritime Challenge” ITS Surabaya memperkenalkan kapal Merdeka 4 atau Baita Sena di KRI Makassar-590 di Mako Armatim, Surabaya, Senin (20/1/2014).

 

Baita Sena yang terbuat dari kayu tersebut dipersiapkan untuk bertanding dalam ajang Atlantic Challenge International di Vanesse, Perancis pada Agustus 2014.

 

Peluncuran kapal yang bermakna ‘kapal yang perkasa’ itu diresmikan oleh Pembantu Rektor I ITS, Prof Herman Sasongko, Pembina Tim Maritime Challenge, Prof. Daniel M. Rosyid, dan Kepala Staf Armatim Laksamana Pertama TNI, Siwi Sukma Adji.

 

Herman Sasongko menyatakan, kapal ini merupakan realisasi visi ITS dalam mencetak insinyur yang juga jago teknis. “Insinyur-insinyur itu tidak boleh hanya berhenti pada gambar konsep saja. Tetapi harus terampil membuatnya secara teknis,” ujar Herman.

 

Atlantic Maritime Challenge merupakan kompetisi kapal internasional yang mempertandingkan desain kapal tradisional Perancis Yole de Bantry. AMC menyodorkan persyaratan berupa panjang kapal 11,76 meter, lebar kapal 2,1 meter, tinggi kapal 0,7 meter, dan sarat kapal 0,28 meter. Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, selaku Pembina UKM Maritim Challenge itu menambahkan, AMC hanya memperbolehkan perubahan minor.

 

“Kami mengubah sedikit posisi tempat duduk karena jaraknya tidak ergonomis. Yole de Bantry kan kapal Perancis, dari sisi ergonomi perlu penyesuaian supaya sesuai dengan postur orang Indonesia,” paparnya.

 

Baita Sena terbuat dari berbagai jenis kayu, yaitu kayu jati, nyamplong, kamper, meranti, mahoni, dan bambu. Teknik laminasi bambu yang sudah diterapkan pada kapal Merdeka 3 atau Raja Segara pun, dipertahankan.

 

“Bambu mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, bahkan dapat menyaingi baja. Tempat duduk dan dayungnya pakai laminasi bambu juga supaya tarikan kapal terasa lebih ringan,” jelasnya.

 

Sementara, pimpinan proyek pembuatan Baita Sena, Dirgha Sukma Mahandeka mengatakan, proses pembuatannya memakan waktu hampir setahun. “Awal pengumpulan materialnya sejak Februari 2013 sampai menjelang launching ini,” kata Dirgha. Ia menungkapkan, ukiran bernuansa kerajaan nusantara ditambahkan ke hampir seluruh badan kapal agar memberikan kesan etnik.(wh)