Kapal Angkut Ratusan Kontainer Kayu Jati Diamankan Lantamal V

Kapal Angkut Ratusan Kontainer Kayu Jati Diamankan Lantamal V

Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Brigadir Jenderal (Mar) Rudy Andi Hamzah menunjukkan kayu ilegal dan ratusan kontainer yang berhasil ditangkap. foto: lantamal V

Sedikitnya 238 kontainer yang berada di atas kapal MV Bali Gianyar berhasil diamankan oleh pihak Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V). Dari hasil penyelidikan, diketahui ke 238 kontainer diketahui ada 122 kontainer kosong, 88 kontainer berisi kayu jati, dan 38 kontainer berisi barang campuran.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Brigadir Jenderal (Mar) Rudy Andi Hamzah mengatakan penangkapan kapal MV Bali Gianyar dilakukan pihaknya di wilayah Selat Madura pada 3 Juni lalu pukul 21.00 WIB.

“Saat kami tangkap, nakhoda Prasidi Utoyo tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen kayu dan nota dari perusahaan,” kata Brigjen (Mar) Rudy Andi Hamzah, Selasa (7/6/2016).

Pengangkutan kayu jati itu tidak dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) maupun Faktur Angkut Kayu Olahan (FAKO) sehingga melanggar pasal 50 ayat 3 huruf h UU 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Juga kapal MV Bali Gianyar dengan nomor lambung IMO 94499761 itu awalnya mengangkut kayu jati dari Kabupaten Bau-Bau Sulawesi Tenggara menuju Surabaya. Diduga kayu jati itu diambil dari Kecamatan Sampolowa, Batauga atau Lapandewa yang memang hasil hutannya dilarang untuk digunakan.

Dari pemeriksaan kepada nakhoda Prasidi Utoyo tidak dilengkapi dengan nota perusahaan. Padahal menurut Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) P.42/Menhut II/2014 pasal 1 angka 35 harus dilengkapi dengan nota perusahaan.

“Sesuai dengan pasal 78 ayat 7 UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, pemilik kayu bisa diancam lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar,” papar dia. (wh)