Kalsel Menjadi Sentra Peternakan Sapi

Kalsel Menjadi Sentra Peternakan SapiTerodorong oleh kebutuhan dan konsumsi daging terus membubung tinggi, Kementerian Riset dan Teknologi menjadikan Kalimantan Selatan sebagai sentra peternakan sapi . Selain upaya memenuhi kebutuhan daging di pulau itu, juga untuk seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ristek dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta usai menghadiri “Pengembangan Teknologi Peternakan Ruminansia Besar Dalam Rangka Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)” di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (16/12/2013)

“Saya akan kawal terus agar Kalsel bisa jadi sentra peternakan sapi, dan segala infrastruktur sudah dan akan terus disediakan,” kata Gusti. Acara itu antara lain dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan.

Dipilihnya Kalsel menjadi sentra peternakan sapi di Kalimantan dengan pertimbangan di wilayah itu sudah memiliki infrastruktur memadai, seperti sejumlah balai penyimpanan sperma, pengembangbiakan sapi, serta peternakan sapi.

Sejumlah balai peternakan sapi di Kalimantan Selatan, kata menteri, juga sudah mampu mengembangkan teknologi peternakan, yaitu bisa menghasilkan sapi jantan dan betina, di samping memiliki penyuluh dan peternak yang berkualitas. Kalsel juga sudah mampu menyimpan sperma dengan teknologi penyimpanan kima nitrogen, sehingga tidak rusak dalam kurun puluhan tahun.

Dukungan lain Kalsel punya sumber daya manusia, terutama dengan adanya beberapa  perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian di sejumlah universitas, seperti Universitas Lambung Mangkurat.

“Saya optimistis Kalsel bisa swasembada daging sapi, sama halnya dengan sudah swasembada beras,” tutur Gusti. (ant/bh)