Kali Ketiga PT PAL Luncurkan KCR 60

 

Kali Ketiga PT PAL Luncurkan KCR 60

PT PAL Indonesia kembali meluncurkan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter ke-3 yang diberi nama KRI Halasan 630, Jumat (4/07/2014). Kapal tersebut merupakan pesanan MABES TNI-AL pada untuk memerkuat armada laut yang sebelumnya sudah memiliki dua unit.

Sebelumnyan, PT PAL Indonesia telah melakukan serah terima KCR 60 M ke-1 atau KRI Sampari 628 dan peluncuran kapal KCR 60 M ke-2 atau KRI Tombak 629 pada bulan Mei 2014. Total proyek pembangunan ketiga unit kapal ii mencapai Rp375 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pembangunan Kapal ke-3 sudah memasuki tahap 85 persen untuk struktur bangunannya, dan siap dilengkapi dengan pelaratan dan perlengkapan canggih, yang mendukung kegunaan kapal,” kata Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Indonesia, Saiful Anwar ketika ditemui selepas peluncuran KCR 60 M ke-3.

Peluncuran KRI Halasan 630, dilakukan di Dermaga ShipLift Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia. Kapal ini diselesaikan setelah melaksanakan keel laying 12 Juni 2013 silam. Dimana dalam peluncuran ini dihadiri Asisten Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda TNI Suyitno.

Demikian juga dalam acara sore itu dihadiri Kadisadal Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji, Kadismatal Laksamana Pertama TNI Bambang Nariyono beserta jajaran TNI Angkatan Laut dan Dewan Komisaris & jajaran Direksi serta Pejabat teras PT PAL IIndonesia.

Saiful Anwar menambahkan, peluncuran kapal ke-3 KCR ini untuk melangkapi Armada TNI Angkatan Laut dalam mengamankan territorial maritim Indonesia. Kebutuhan kapal jenis ini yang ideal bagi Indonesia yang merupakan Negara Maritim sebanyak 16 unit.

“PAL Indonsia siap memproduksi secara massive, sesuai amanah Undang-Undang No. 16 Tahun 2012, tentang Industri Strategis Pertahanan. Selain memproduksi kapal, PAL juga turut berkontribusi dalam pendidikan Calon Awak Kapal KCR 60 Meter ini,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Suyitno mengatakan, pembangunan KCR 60 M ke-3 ini merupakan tindak lanjut pengadaan alutsista untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut menuju kekuatan pokok minimum yang ditetapkan.

”Dan ini juga menjadi alternatif solusi ketergantungan kita kepada negara lain dimasa mendatang. Apalagi perkembangan perusahaan galangan dalam negeri cukup meningkat. Dan PAL banyak mmeainkan peranan sangat penting dalam menyiapkan alutsista TNI,” ujar Suyitno. (wh)