KAI Tetapkan Tarif PSO Mulai 1 April

KAI Tetapkan Tarif PSO Mulai 1 April

 

Setelah penetapan subsidi penumpang kereta api ekonomi turun, PT Kereta Api Indonesia langsung menetapkan tarif  per 1 April nanti. Untuk Daerah Operasi (Daops) 8 ada sebelas kereta yang mendapat subsidi dengan rincian, lima kereta ekonomi jarak jauh dan enam kereta lokal.

PT KAI Daops 8 melalui keterangan resminya menyebutkan lima kereta api (KA) ekonomi jarak jauh itu adalah Matarmaja, Gaya Baru Malam Selatan, Pasundan, Kertajaya, Tawang Alun. Sedangkan KA lokal adalah Penataran, Dhoho, dan masing-masing dua Komuter dan dua KRD.

Manajer Humas PT KAI Daops8 Sri Winarto menyebutkan penetapan tarif tiket itu berbeda-beda. “Untuk KA ekonomi jarak jauh ditetapkan perubahannya pada 1 April dan mengalami perubahan tarif sekitar 50 persen. Sedangkan KA lokal ditetapkan 1 Januari dengan tarif bervariasi,” kata Sri Winarto, Kamis (6/3/2014).

Kebijakan ini hampir sama dilakukan PT KAI September 2013. Tetapi tahun lalu kebijakan itu hanya berlaku 1 September hingga 31 Desember. Sehingga pada 1 Januari tarif subsidi atau public service obligation (PSO) itu kembali ke harga normal.

Sri Winarto menambahkan, bagi penumpang yang sudah memesan tiket KA jarak jauh keberangkatan 1 April dengan tarif non subsidi bisa di-refund ke loket penjualan.

“Selisih tarif akan dikembalikan setelah penumpang tiba stasiun tujuan. Tetapi tiket itu harus mendapat verifikasi (stempel basah tarif baru) petugas boarding di stasiun keberangkatan,” urainya.

Perubahan tarif KA lokal yang diumumkan PT KAI Daops 8, di antaranya Matarmaja (Malang-Jakarta) dari Rp 130.000 menjadi Rp 65.000, Gaya Baru Malam Selatan (Gubeng-Jakarta Kota) dari Rp 120.000 menjadi Rp 55.000, Pasundan (Gubeng-bandung) dari Rp 110.000 menjadi Rp 55.000, Kertajaya (Pasar Turi-Tanjung Priok) dari Rp 115.000 menjadi Rp 50.000 dan Tawang Alun (Malang-Banyuwangi) dari Rp 65.000 menjadi Rp 35.000.

Sementara untuk KA lokal Penataran (Surabaya-Malang-Blitar) mendapat subsidi Rp 5.500, Kertosono (Surabaya-Kertosono-Blitar) Rp 5.500, Komuter (Surabaya-Porong) Rp 2.000, Komuter (Surabaya-Lamongan) Rp 2.000, KRD (Surabaya-Kertosono) Rp 3.0000 dan KRD (Surabaya-Bojonegoro) Rp 2.000.

Dengan pemberian PSO atau subsidi ini diharapkan bisa meningkatkan load factor penumpang kereta. Sudah pasti. Seperti triwulan terakhir tahun lalu, penumpang kereta mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” tutup Sri Winarto. (wh)