KAI : Pengalihan Subsidi Tak Ganggu Seat Load Factor

KAI : Pengalihan Subsidi Tak Ganggu Seat Load Factor

PT Kereta Api Indonesia (KAI) optimistis pengalihan subsidi dari kereta menengah dan jauh ke kereta lokal tidak akan mengganggu seat load factor (SLF/tingkat keterisian). Catatan yang dikeluarkan PT KAI Daerah Operasi (Daops) 8 menyebutkan, hingga September ini SLF masih mencapai 90 persen untuk KA jarak menengah dan jauh.

Manajer Humas PT KAI Daops 8 Sumarsono menyebutkan, ada beberapa poin yang mnembuat kereta antarprovinsi tidak berkurang SLF pada 2015. Sebaliknya, pengalihan subsidi untuk kereta lokal diharapkan bisa menambah SLF pada weekday.

“Faktor kemacetan, ketepatan waktu, dan fasilitas yang kita miliki bertambah baik. Tiga hal ini yang menjadikan kita optimis, SLF masih terjaga hingga 90 persen untuk KA antar provinsi,” tegas Sumarsono, Senin (6/10/2014).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalihkan subsidi untuk kereta antar provinsi ke KA lokal. Sehingga tarif kereta antar provinsi kembali normal per 1 Januari 2015 mendatang. Pengalihan ini disebabkan KA jarak jauh dan menengah bukan kebutuhan transportasi massa sehari-hari.

“Kita akan menetapkan tarif jarak maksimal dan kebijakan tarif batas atas-bawah pada hari-hari tertentu setelah adanya pengalihan subsidi,” lanjut Sumarsono.

Dia lalu mencontohkan KA Kertajaya (Surabaya-Jakarta), tarif jauh-dekat sebesar Rp 55.000. Ke depannya, tarif Surabaya-Semarang atau Surabaya-Jakarta tidak akan sama dengan kereta serupa.

Hingga September 2014, jumlah kereta lokal yang dimiliki Daops 8 mencapai 27 unit. Dimana untuk tarif KA Rapih Dhoho dan Penataran sebesar Rp 5.500 dari Surabaya-Blitar. Jumlah kereta yang dimiliki KAI Daops 8 diperkirakan terus bertambah, seiring pengoperasian kereta jalur Mojokerto-Tarik-Tulangan-Sidoarjo-Wonokromo tahun ini.

Sementara volume penumpang kereta lokal di Daops 8 rata-rata mencapai 24.000 penumpang perharinya. PT KAI Daops 8 belum mengungkapkan proyeksi angkutan penumpang pada tahun 2015 setelah kembali mendapat subsidi. (wh)