Kadin: Kerugian Banjir di DKI Jakarta Capai Rp 3 Triliun

banjir jakarta
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan kerugian pengusaha akibat banjir yang melanda kota Jakarta selama dua hari mencapai Rp 3 triliun. Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan banjir Jakarta telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan perdagangan.
Pasalnya, jalur disribusi stagnan, transportasi lumpuh, transaksi perbankan turun drastis dan aktivitas perkantoran banyak yang tutup. “Pusat-pusat bisnis di lima wilayah kota Jakarta selama dua hari ini dari pengamatan yang kami lakukan terdapat puluhan ribu kios dan toko tutup tidak beroperasi,” ujar Sarman di Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Kadin DKI Jakarta memperkirakan ada 75.000 toko yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Kota Jakarta yang tutup. Pihaknya menghitung, jika omzetnya dalam sehari rata-rata Rp 20 juta, maka kerugian yang dialami mencapai Rp 1,5 triliun per hari. Alhasil, selama dua hari kerugian tersebut mencapai Rp 3 triliun. “Walaupun mall buka tapi kios banyak yang tutup dan pengunjung sepi akibat transportasi yang tidak bisa tembus ke lokasi dan banyak karyawan yang tidak masuk kerja,” katanya.
Sarman menyatakan banjir menyebabkan sejumlah pertokoan memilih tutup pada Senin (9/2) dan Selasa (10/2) di empat wilayah. Menurutnya, angka Rp 3 triliun itu didapat hanya dari sektor perdagangan di pusat pusat bisnis, dan belum termasuk kerugian akibat dari jalur distribusi yang stagnan, omzet hotel, penurunan pengunjung restoran, transaksi keuangan yang terganggu dan perkantoran yang banyak tidak beraktivitas akibat banyaknya karyawan yang tidak masuk kerja.
Meski demikian, Sarman mengakui kerugian akibat banjir pada tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Pasalnya, banjir yang mengepung DKI Jakarta pada Februari 2014 lalu juga sempat menggenangi Jl. Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, yang merupakan jantung perekonomian Jakarta. “Saya lupa angka pastinya berapa. Tapi, tahun lalu kerugian jauh lebih besar karena kawasan Sudirman sempat lumpuh. Kalau tahun ini tidak, sehingga kerugian sedikit menurun,” ucapnya. (bst)