Kadin Jatim Berharap Pemerintah Tunda Kerjasama MEA 2015

 

Kadin Jatim Berharap Pemerintah Tunda Kerjasama MEA 2015

Tidak semua pelaku industri di Indonesia siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Tidak terkecuali Jatim. Gempuran produk asing bakal membuat kelabakan bagi pelaku industri Indonesia. Ini karena masih belum ada 100 persen kesiapkan produk lokal untuk bersaing.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim selaku wadah pengusaha di Jatim berharap pemerintah menunda kerjasama dengan MEA 2015. “Ingat, jangan dianggap enteng kerjasama MEA 2015 ini. Kerjasama ini berbeda jauh  lebih ketat dengan kesepakatan perdagangan global melalui Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO),” Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Daerah Adik Dwi Putranto, ditemui di sela Pekan Inovasi Teknologi (PIT) di Surabaya, Rabu (24/9/2014)

Adik mengungkapkan, seharusnya pemerintah lebih mendorong masyarakat perdagangan khususnya di Jatim untuk meningkatkan kompetensinya. Salah satu kompetensi itu adalah melakukan inovasi teknologi dan membuat produk asli Jatim sehingga memiliki standardisasi yang setara dengan kualitas internasional. Kehadiran MEA 2015 kata Adik, justru akan mengancam produksi Indonesia termasuk di Jatim

“Kami berharap pada pemerintah menunda dulu kerjasama ini ( MEA) karena kita belum siap untuk kerjasama ini,” pintaa.

Menurutnya, beragam produk asing yang bebas dari bea masuk ke Indonesia termasuk Jatim dengan harga cukup murah jika dibandingkan produk Indonesia. Harga barang produk asing itu karena didorong oleh pemerintah negara tersebut dengan memberi subsidi khusus.

“Jika melihat kualitas barang kita tidak kalah dengan meraka ( produk asing) hanya saja pemeran pemerintah pada pelaku usaha kurang begitu bagus. Seharusnya, pemerintah mendorong pelaku usaha ini jangan dihiraukan begitu saja,” tegas Adik

Sebagai upaya untuk menghadapi hal tersebut , Kadin Jatim bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jatim meminta pengusaha guna memaksimalkan potensi pasar dalam negeri. Apalagi, prospek perdagangan antar pulau juga masih sangat besar seperti didaerah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, NTB, NTT dan Papua

Disinggung pelaksanaan PIT tersebut yang digelar Surabaya ? Adik menegasakan, Kadin Jatim berupaya untuk merealisasi atas kerja sama LIPI, Balitbang Jatim bisa lebih ditingkatkan dari sisi konsep. Selain itu harus lebih banyak menggandeng sejumlah pihak terkait.

“Walaupun agenda ini sepertinya terlalu sederhana dan belum mewakili perkembangan inovasi teknologi terkini. Namun kami berharap PIT bisa bagus banyak memamerkan hasil riset yang sedang berkembang serta dibutuhkan oleh dunia usaha,” pungkasnya

Terpisah Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto,mengatakan,  , kegiatan PIT itu merupakan salah satu langkah nyata LIPI untuk memberikan manfaat bagi masyarakat terutama melalui hasil riset

“Dengan mengutamakan inovasi dalam proses inkubasi dan alih teknologi kami optimistis bisa berperan besar nantinya,” kata Bambang. (wh)