Kabupaten Malang Tambah 130 Indukan Sapi

Kabupaten Malang Tambah 130 Indukan Sapi

 

Pemkab Malang tahun ini menambah sebanyak 130 ekor indukan sapi perah untuk menambah populasi serta meningkatkan produksi susu segar di daerah itu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Sudjono, Rabu, mengatakan untuk menambah indukan sapi perah sebanyak 130 itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp3,6 miliar.

“Indukan sapi perah yang akan kami datangkan itu tidak hanya untuk mengisi kandang pembibitan sapi milik pemkab saja, tapi sebagian akan dibagikan kepada kelompok masyarakat yang ada di beberapa lokasi sentral,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya tambahan indukan sapi perah tersebut, produksi susu segar dari Kabupaten Malang bisa meningkat dan mampu memasok ke sejumlah pabrik dengan kualitas memadai. Saat ini rata-rata produksi susu segar di Kabupaten Malang mencapai 315 ribu ton per hari.

Menurut Sudjono, produksi sebanyak itu hampir memenuhi separo pasokan susu segar dari Jatim yang rata-rata mencapai 750 ton per hari. Sementara kebutuhan mencapai 1,8 juta ton per hari.

Produksi susu segar di Kabuapten malang sempat turun hingga 15-20 persen akibat erupsi Gunung Kelud yang meluluhlantakkan Kecamatan Ngantang, Kasembon dan Pujon yang menjadi sentral peternak sapi perah di kabupaten itu. Selain di Kabupaten Malang, penyusutan produksi susu segar juga teradi di Kediri.

Berdasarkan catatan Dinas Peternakan Provinsi Jatim, penyusutan produksi susu sapi di Kabupaten Malang dan Kediri selaa erupsi Gunung Kelud mencapai 225 ribu liter.

Untuk wilayah Malang, jumlah sapi perah di Pujon sebanyak 22.444 ekor dengan produksi 100 ribu liter per hari, Ngantang terdapat 14.348 ekor dengan produksi 60 ribu liter, dan Kasembon sebanyak 22.444 ekor dengan produksi 4.810 liter per hari.

Populasi sapi perah di Kabupaten Malang secara keseluruhan saat ini mencapai 93.579 ekor dengan jumlah peternak sekitar 31 ribu orang.

“Penambahan indukan sapi perah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi susu sapi di daerah ini secara signifikan. Secara bertahap, penambahan indukan ini akan terus kami lakukan karena potensinya masih cukup besar,” tutur Sudjono. (atr/ram)