Kabupaten Malang Sentra TKI Jatim

Kabupaten Malang Sentra TKI Jatim

Kabupaten Malang layak dinobatkan sebagai sentra Tenaga Kerja Indonesia (TKI).  Data di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT-P3TKI) Surabaya menyatakan Kabupaten Malang, sepanjang 2013 lalu  mengirim TKI sebanyak  5.823 orang. Angka ini setara dengan 11 persen dari total penempatan TKI Jatim 2013 sebanyak 52.571 orang.

Menurut Kepala UPT-P3TKI Hariyadi Budihardjo, di Surabaya, Senin (3/2/2014) mengatakan, jumlah itu  merupakan data keberangkatan TKI pemula yang tercatat di instansinya.

Menurut Hariyadi, Kabupaten Malang merupakan daerah kantong TKI dengan area wilayah 33 kecamatan sehingga memiliki potensi lebih besar dibandingkan daerah lainnya di Jatim. “Kabupaten Malang terus mendominasi jumlah penempatan TKI di Jatim. Wilayahnya memang luas,” kata Hariyadi.

Dia menambahkan, penempatan TKI Kabupaten Malang sebanyak 5.823 orang itu, 1.158 orang di antaranya bekerja di sektor formal dan sisanya 4.665 orang bekerja di sektor informal.

Berdasarkan data UPT-P3TKI Surabaya tahun 2013, di Jawa Timur terdapat sebanyak dari 39 daerah kabupaten/kota yang berkontribusi terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. “Setelah Kabupaten Malang, daerah yang paling banyak menyumbang jumlah TKI dari Jatim adalah Kabupaten Blitar sebanyak 5.179 orang. “Berikutnya  disusul Kabupaten Ponorogo sebanyak 5.151 orang, dan Kabupaten Tulungagung sebanyak 3.293 orang,” paparnya.

Hariyadi menuturkan, jumlah penempatan TKI Jatim di tahun 2013 paling banyak TKI yang bekerja di sektor informal. Komposisinya, dari 52.571 TKI tersebut, yang bekerja di sektor informal sebanyak 33.911 orang, kemudian sisanya sebanyak 18.660 orang bekerja di sektor formal.

Lebih lanjut dia mengatakan, penempatan TKI Jatim tahun 2013 terjadi penurunan sekitar delapan persen dibanding penempatan tahun 2012 sebanyak 68.003 orang. Sedangkan negara tujuan kerja yang menjadi favorit TKI Jatim adalah negara-nagara kawasan Asia Pasifik, seperti Hong Kong masih diminati dengan persentase kira-kira 20 persen.

“Kemudian, disusul Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi. Selain enam negara itu, juga masih terdapat sejumlah negara lain yang menjadi sasaran penempatan TKI Jatim, namun jumlahnya kecil,” terangnya. (ram)