Jurnalis MailOnline Bantah Foto KBS Lawas

Jurnalis MailOnline Bantah Foto KBS Lawas

Kematian Michael, singa jantan Afrika koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Selasa (7/1/2014) terus mendapat perhatian. Masyarakat pun dibuat ramai memperbincangkan kembali situs MailOnline. Sebab, media asal Inggris itulah yang mengunggah pemberitaan soal hewan-hewan KBS yang tak terawat pada bulan Desember 2013.

Meskipun begitu, Richard Shears, kontributor MailOnline asal Australia, membantah foto-foto yang ia pergunakan adalah foto-foto lawas. Melalui akun Twitter-nya, ia menyatakan bahwa si fotografer, Andrew Chent,
berada di sampingnya saat itu. “Just to confirm, I and the photographer were at the zoo on Nov 29. I wrote it immediately but it wasn’t published right then. (Sekadar konfirmasi, saya dan fotografer berada di kebun binatang pada 29 November. Saya segera menuliskan beritanya, tapi tidak langsung dipublikasikan, Red),” tulisnya.

Jumat (10/1/2014) lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan tanggapannya setelah sempat menolak berkomentar. Ia meminta semua pihak agar mencoba melihat niat tulus pemkot dalam mmperbaiki KBS. Ia mengatakan, KBS pernah menorehkan sejarah dengan menjadi kebun binatang terbesar se-Asia Tenggara.

“Nah saya ingin mengembalikan KBS supaya menjadi kebanggaan warga Surabaya. Saya yakin warga mau diajak berpartisipasi supaya kerugian itu tertutup. Masak Surabaya terkenal Dolly (prostitusi)-nya saja?” cetusnya serius.

Diakui Risma Pengalihan hak kelola KBS kepada Pemkot Surabaya memang menyisakan banyak pekerjaan rumah. Bahkan ia mengatakan, dirinya tengah dimusuhi oleh beberapa pihak. “Saya minta maaf kalau ada yang tersinggung dengan sikap saya. Tapi tolong, jangan korbankan satwa,” ucapnya.

Ia meyadari ada kuatan besar di balik berbagai peristiwa di KBS untuk menjatuhkan kepercayaa masyarakat terhadap kepengurusan baru. Termasuk pihak-pihak yang ingin mengalihfungsikan KBS menjadi hotel. Oleh sebab
itu, ia bersikukuh mengambil alih pengelolaan kebun binatang tertua di Indonesia itu. “Saya tidak punya kepentingan apa-apa. Kami bahkan tidak untung, malah rugi.” cetusnya.(wh)