Juri Adipura: Saingan Surabaya Cuma Singapura

 

Juri Adipura: Saingan Surabaya Cuma Singapura

Kota Surabaya kedatangan tamu istimewa. Sabtu (31/5/2014), tim juri penghargaan Adipura mengunjungi kota Pahlawan. Tim yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Dewan Pertimbangan Adipura tersebut berkeliling untuk memberi penilaian terakhir. Dijumpai di kediaman wali kota, rombongan itu mendengarkan paparan Wali Kota Surabaya dan mengajukan beberapa pertanyaan.

“Inti kedatangan kami ini untuk mengecek dan mewujudkan Adipura Kencana. Harus betul-betul, nggak keliru. Kalau sudah dapat harus benar-benar mewakili,” ungkap Nabil Nakarim, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Adipura.

Tim tersebut mengaku mendatangi Surabaya untuk mengecek apakah kondisi lapangan sesuai dengan yang disebutkan dalam laporan. Rombongan yang didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Chalid Buhari dan pakar tata kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Johan Silas, mengunjungi beberapa taman kota seperti Taman Bungkul dan Taman Flora alias Kebun Bibit. Serta menengok pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Benowo.

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Sudirman membocorkan sedikit kriteria yang dicari dalam memilih pemenang Adipura Kencana. Di antaranya ialah inovasi dan keindahan. Secara tidak langsung, keberadaan taman-taman kota memberikan nilai tambah bagi Surabaya.

“Ya harus ada taman. Kalau masih bersih saja itu namanya Adipura. Kalau Adipura Kencana itu sudah beyond Adipura,” paparnya.

Pria berkumis itu menambahkan, Surabaya layak menjadi percontohan kota tercantik di Indonesia. “Kalau mau lihat kota cantik, lihatlah Surabaya. Bandung masih di bawah jauh Surabaya,” cetusnya. Bahkan, Sudirman mengklaim kota Pahlawan tak ada saingannya di Nusantara. “Nggak ada. Saingannya Singapura,” tegasnya.

Di sisi lain, penilaian tahap akhir dari Adipura Kencana ini belum bisa menjamin Surabaya meraih penghargaan. “Dibandingkan daerah lain, kota ini sudah oke. Tapi kami tidak bisa mengatakan keputusannya bagaimana, baru nanti tanggal 5 Juni,” jelas Nabil. Rencananya, bertepatan pada Hari Lingkungan nanti para wali kota akan menerima kalpataru  langsung dari Presiden.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup era presiden Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, provinsi Jawa Timur tercatat menyumbangkan kandidat peraih penghargaan Adipura terbanyak. “Ada Surabaya, Malang, Kediri, Balikpapan, dan lain-lain. Tapi memang banyak Jawa Timurnya,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku kedatangan rombongan tersebut sebagai bentuk evaluasi terakhir untuk Adipura. “Tadi beliau lihat sendiri TPA kita. Katanya TPA kita jadi percontohan nasional,” ujarnya. Apa saja pertanyaan para juri, Risma malah menggeleng.

“Tadi itu malah pertanyaannya nggak ada hubungannya dengan Adipura,” katanya sambil tertawa.

Dewan juri, lanjut Risma, justru menanyakan gambaran Surabaya 50 tahun ke depan. “Ya saya bilang, kalau kita konsisten dan dibantu sedikit sama pemerintah pusat, kita bisa mengalahkan Singapura,” tandasnya. (wh)