Juni 2016, Jatim Inflasi 0,60 Persen

Juni 2016, Jatim Inflasi 0,60 Persen

Beras Hasil Panen Petani di Wilayah Jatim.

Pada bulan Juni 2016 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,60 persen. Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,73 persen, diikuti Kota Surabaya sebesar 0,69 persen, Kabupaten Sumenep sebesar 0,65 persen.

Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengimbuhkan, untuk kota Malang sebesar 0,63 persen, Kota Probolinggo sebesar 0,35 persen, Kabupaten Jember sebesar 0,28 persen, Kota Madiun sebesar 0,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 0,16 persen.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,31 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,52 persen, kelompok kesehatan 0,24, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,20 persen, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,21 persen dan inflasi terendah pada kelompok sandang sebesar 0,12 persen,” urai Teguh ketika di Kantornya Jalan Kedangsari Industri Surabaya, Jumat (1/7.2016) siang.

Ia mengimbuhkan, untuk komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, angkutan udara, gula pasir, beras, tukang bukan mandor, apel, kentang, wortel, dan martabak.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang merah, tomat sayur, semen, telepon seluler, cabai merah, bensin, tongkol pindang, tomat buah, cabai rawit, dan tarif kereta api,” tutur dia.

Dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, seluruh kota mengalami inflasi. Tercatat inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,69 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 0,60 persen, Kota Jakarta sebesar 0,52 persen, Kota Semarang dan Kota Yogyakarta masing-masing sebesar 0,43 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Serang sebesar 0,28 persen.

“Dari 82 kota IHK nasional, semua kota mengalami inflasi. Lima kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Pangkal Pinang sebesar 2,14 persen, Bima sebesar 1,86 persen, Jayapura sebesar 1,78 persen, Manokwari sebesar 1,77 persen, dan Balikpapan sebesar 1,74 persen. Sedangkan lima kota yang mengalami inflasi terendah adalah Surakarta sebesar 0,22 persen, Kediri dan Meulaboh masing-masing sebesar 0,16 persen, Singaraja sebesar 0,13 persen, dan Padang sebesar 0,10 persen,” terang Teguh.

Laju inflasi tahun kalender (Juni 2016 terhadap Desember 2015) Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,08 persen, angka ini lebih rendah dibanding tahun kalender Juni 2015 yang mengalami inflasi sebesar 1,23 persen.

“Tercatat inflasi year-on-year (Juni 2016 terhadap Juni 2015) Jawa Timur sebesar 2,93 persen, angka ini lebih rendah dibanding inflasi year-on-year bulan Juni 2015 sebesar 6,78 persen,” urainya. (wh)