Jumlah Sapi Perah Lokal Terus Berkurang

 

Jumlah Sapi Perah Lokal Terus Berkurang

Produksi susu  sapi nasional diperkirakan bakal turun. Prediksi ini  terjadi seiring dengan menurunnya jumlah sapi perah lokal. Hal ini ditegaskan Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Dedi Setiadi.

“Sejak dua tahun terakhir marak terjadi pemotongan sapi perah menjadi daging sapi. Karena harga daging sapi yang dianggap tinggi. Di sisi lain peternak sapi serba salah karena harga susu tidak naik tinggi. Sementara harga jual daging sapi tinggi, sehingga mereka ada yang memilih untuk memotong sapi miliknya,” kata Dedi, Rabu (25/6/2014).

Dedi menyebutkkan, selama tiga tahun terakhir jumlah sapi perah lokal terus turun. Pada tahun 2012 jumlah sapi perah lokal sempat mencapai 425.000 ekor menyusut menjadi 400.000 ekor ditahun 2013. Terakhir pada Mei 2014 mencapai 375.000 ekor. Hal ini, akhirnya berpengaruh pada penurunan produksi susu atau minimal produksi sama dengan tahun lalu.

Menurut dia, produksi susu setahun ini berkisar antara 1,4-1,7 juta ton atau sama dengan produksi 2013. Disisi lain, harga pakan ternak merangkak naik hingga 40 persen sejak awal tahun dibandingkan akhir tahun 2013.

Sementara harga susu naik hanya 10 persen. Idealnya, harga susu lokal mencapai Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per liter.

Harga pakan sapi berkisar antara Rp 2.000-3.000 per kg. Sementara kebutuhan peternak sapi untuk pakan sapi untuk konsentrat berkisar antara 7-12 kg untuk satu ekor sapi setiap hari.

Sementara itu, memasuki pertengahan tahun, harga susu bubuk dunia juga terus tertekan. Sejak awal tahun, trend harga susu bubuk dunia memang mengalami penurunan hingga dititik harga terendah dari Januari.

Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana mengatakan, harga susu bubuk dunia yang turun tidak otomatis membuat harga susu langsung turun. Alasannya, kata dia, pengiriman susu bubuk sudah terikat kontrak diharga susu bubuk dunia, sebelum harga susu bubuk dunia turun.

“Jika harga susu bubuk turun, efeknya tidak secara langsung membuat harga turun. Lagipula jika harga susu bubuk turun, biaya produksi tetap saja naik,” ujarnya.

Dewan Persusuan Nasional menghitung setiap harinya kebutuhan susu nasional mencapai 10.000 ton. Dari kebutuhan tersebut, peternak sapi lokal hanya menyumbang sekitar 1.800 ton sampai 2.000 ton setiap harinya. Sisanya sekitar 8.800 sampai 8.000 ton harus impor. (ram)