Jumlah ODHA Naik Bukti Kesadaran Masyarakat

Jumlah ODHA Naik Bukti Kesadaran Masyarakat
sumber foto: bisnis

Banyak ditemukannya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak menandakan penurunan kinerja petugas layanan kesehatan dan pemerintah. Justru sebaliknya, hal itu mengindikasikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat khususnya ODHA berobat semakin tinggi.

“Semakin besar angka ODHA yang terdata, khususnya ODHA baru menandakan jika masyarakat mulai banyak yang sadar untuk memeriksakan kesehatannya,” kata Anggota Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo, Erwin Astha Triyono SpPD KPTI FINASIM.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir, hal ini justru merupakan kemajuan dimana semakin banyak ODHA yang terdata dan terkontrol akan memudahkan pemerintah dalam pemantauan dan menekan penularan penyakit tersebut.

“Jika ODHA dulu cenderung disembunyikan, bahkan enggan mengunjungi pusat layanan kesehatan untuk konseling. Kini semakin banyak yang terbuka dan mau berobat sehingga kualitas hidup mereka semakin tinggi,” terangnya.

Peningkatan kesadaran ini juga terlihat dari perbandingan antara banyaknya jumlah penderita pada stadium awal dan stadium lanjut. Jika sepuluh tahun yang lalu penemuan ODHA baru didominasi mereka yang sudah masuk stadium lanjut (AIDS), kini yang banyak ditemukan justru pada stadium awal (HIV).

Tentunya harapan hidup dan pengobatan pada masa stadium awal jauh lebih besar dan mudah. “Itu terlihat juga dari layanan rawat inap di RSUD Dr Soetomo dimana tidak banyak pasien, karena sekitar 1.600 pasien ODHA yang melakukan pengobatan disana hanya datang untuk konseling dan berobat saja. Baru yang sudah parah atau komplikasi penyakitnya parah memanfaatkan fasilitas rawat inap disini,” tutur dokter spesialis penyakit dalam ini.

Selain itu, angka kematian ODHA juga cukup kecil dibandingkan penyakit lain seperti kanker. Dimana angka kematiannya hanya sekitar 8 persen saja, dan hampir semua memang mereka yang dalam kondisi stadium lanjut.

“Inilah yang harus mengubah stigma masyarakat, dimana mereka jangan lagi beranggapan negatif pada ODHA, tapi justru harus memberikan semangat. Karena HIV/AIDS sebenarnya bisa dicegah dan diobati,” terangnya

Untuk diketahui Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. (kmf/wh)