Jumlah Dokter Mata di Indonesia Belum Memadai

Jumlah Dokter Mata di Indonesia Belum Memadai

 

Kuantitas dan kualitas dokter mata di Indonesia belum memadai. Saat ini, di Indonesia ada 1.200 dokter mata, 40 persen berada di Pulau Jawa.

”Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menemukan, di Papua ada empat dokter mata yang melaksanakan operasi katarak hanya satu orang,” kata Penasihat Gerakan Matahati Pandji Wisaksana  saat audiensi dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta,  Kamis (27/3/2014).

Ketua Pelaksana Gerakan Matahati Wandi S Brata menambahkan, jumlah operasi katarak per tahun di Indonesia sekitar 150.000. Padahal, estimasi kebutuhan operasi katarak 1.663.668 per tahun. ”Persebaran dokter mata tidak merata. Di Jakarta, jumlah dokter mata lebih dari 200 orang. Di Jawa Barat, lebih dari 200 orang, 150 orang di Jawa Tengah, dan 100 orang di Jawa Timur,” kata Wandi.

Matahati adalah gerakan peduli kesehatan mata yang mengadakan operasi katarak gratis bagi penduduk Indonesia di 17 provinsi sejak 2008. Sampai akhir 2013, Matahati sudah menyelenggarakan 10.808 operasi katarak. Aksi sosial Matahati juga dilakukan lewat kerja sama, seperti 5.000 operasi katarak bersama Jakarta Eye Center dalam lima tahun terakhir, dan 31.000 operasi katarak bersama PT Sido Muncul 3,5 tahun terakhir.

Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemenkes Kartini Rustandi, menambahkan, operasi katarak juga banyak dilakukan berbagai bakti sosial dengan dukungan dari banyak pihak.

Dalam audiensi dengan Menkes, Pandji mengusulkan agar pemerintah lebih memperhatikan pelayanan kesehatan mata serta mengupayakan peningkatan dan persebaran jumlah dokter mata.

Nafsiah mengatakan, usulan itu akan dibahas bersama organisasi profesi medis serta fakultas kedokteran. Ia mengakui, jumlah dokter mata masih sedikit. ”Saat ini, pemerintah mempercepat peningkatan untuk empat dokter spesialis dasar, yakni penyakit dalam, anak, kebidanan, dan anestesi,” katanya.

Ketua Umum Gerakan Matahati St Sularto menyatakan, dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kesehatan mata sangat diperlukan. Sejak berdirinya gerakan ini, menteri kesehatan pada masanya berperan sebagai pelindung.

Ke depan, ujar Wandi, Gerakan Matahati akan berubah menjadi Yayasan Matahati. ”Operasi katarak sekarang sudah ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional. Yayasan Matahati akan menanggung layanan untuk gangguan penglihatan lain,” ujarnya. (kps/bh)