Jualan Jilbab, Ibu RT Ini Bisa Pasarkan ke LN dan Raup Rp 400 Juta

Jualan Jilbab, Ibu RT Ini Bisa Pasarkan ke LN dan Raup Rp 400 Juta
Faridah, pelaku UKM Pahlawan Ekonomi asal Kacamatan Simokerto memberikan testimoni saar Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Simokerto, Minggu (2/8/2015). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Program Pahlawan Ekonomi Surabaya terus melahirkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) sukses. Salah satunya Faridah, salah seorang pelaku UKM bidang industri kreatif. Setahun, ibu rumah tangga ini mampu meraup omzet Rp 400 juta.

Farida memulai bergabung menjadi Pahlawan Ekonomi Surabaua sejak tahun 2011. Kala itu, ia belum bisa menjahit dan merancang jilbab dan busana muslim.

“Awal, saya diajak kawan saya ikut pelatihan, Ketika bergabung dengan Pahlawan Ekonomi, kami dituntut untuk mandiri. Kami diajarkan bagaimana menjahit dan merancang produk yang saya pasarkan sekarang,” ungkapnya saat Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Simokerto di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (2/8/2015).

Farida menjelaskan, dalam kurun empat tahun bergabung dalam Program Pahlawan Ekonomi, usahanya kini telah kebanjiran pesanan, bukan hanya dari lokal, tapi antarpulau, bahkan sampai ke luar negeri.

“Sekarang saya butuh banyak sumber daya yang dapat membantu proses produksi kami untuk memenuhi pesan yang datang. Dengan bantuan Pemkot Surabaya dan pihak terkait, sekarang usaha saya mendapat pesanan hingga ke mancanegara. Contohnya busana muslim gamis yang saya pakai ini,” terangnya, bangga.

Dirinya bercerita, beberapa bulan yang lalu ia mendapatkan pesanan dari Yaman. “Saya sempat kaget, tiba-tiba saya mendapatkan pesanan sekitar 1.000 buah jilbab dan busana muslim gamis,” tutur dia, mengenang.

Farida juga memaparkan, jika usahanya saat ini rata-rata mendapatkan pesanan 1.000 jilbab dan busana muslim gamis saban bulannya. “Kami sampai kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat besar tersebut. Kini kami hanya bisa memproduksi 600 jilbab dan busana muslim gamis saja,” papar dia.

Ke depan, saya berharap khususnya pada seluruh pelaku UKM di Surabaya agar tekun dan optimistis dalam melakoni usahanya. “Dengan modal ketekunan kita bisa menjadi orang yang sukses,” pungkas dia.

Program Pahlawan Ekonomi 2015 ini didukung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Bank Mega, Pegadaian, Hipa ITS, MPM Honda, Bukalapak.com dan semua pihak terkait. (wh)